RM.id Rakyat Merdeka - PT Telkom Indonesia Tbk resmi mencaplok PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma) dengan memberikan penyertaan modal sebesar Rp 2,6 triliun.
Pengambilalihan ini sekaligus untuk memperkuat bisnis B2B IT Digital Services. “Penyertaan modal ini dalam rangka penguatan dan transformasi perusahaan sesuai rencana strategis transformasi yang merupakan bagian dari strategi group yang menjadikan TelkomSigma sebagai direct subsidiary Telkom, di mana sebelumnya merupakan anak perusahaan Telkom Metra. Hal ini merupakan salah satu strategic Initiative untuk mengakselerasi TelkomSigma menjadi B2B IT Digital Service Leader,” kata Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya saat penandatanganan Akta Pengambilalihan antara Telkom dan TelkomSigma dalam keterangannya, Kamis (12/5).
Turut hadiri secara fisik Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Heri Supriadi, Direktur Utama TelkomMetra, Pramasaleh Hario Utomo, Direktur Utama TelkomSigma, Bhimo Aryanto, dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Sigma Tata, Sadaya T. Hercules.
Baca juga : Presiden Berikan Enam Arahan Soal Covid-19 Dan Ekonomi Di Paripurna
Dalam pidatonya, Budi menyampaikan, penyertaan modal yang dilakukan Telkom kepada TelkomSigma merupakan bagian dari transformasi TelkomGroup menuju digital-ready organization, termasuk pindah ke entitas yang lebih ramping untuk memaksimalkan value dan bentuk komitmen Telkom untuk menjadikan TelkomSigma sebagai B2B IT Service Co yang kuat.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Heri Supriadi mengatakan, TelkomSigma akan fokus pada portofolio bisnisnya di IT Services, Cloud, dan Digital Services dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan yang signifikan hingga beberapa tahun mendatang, khususnya peningkatan permintaan Cloud dan IT Services di pasar Indonesia.
“Ke depannya, TelkomSigma diharapkan dapat melayani dengan kapasitas layanan Cloud yang lebih besar dan performansi yang lebih excellence,” ujarnya.
Baca juga : Lestari: Lebaran Momentum Perkuat Persatuan Bangsa
Dengan adanya penyertaan modal ini, TelkomSigma diharapkan dapat lebih agresif mendukung kebutuhan ICT berbagai pihak untuk memberikan value terbaik bagi stakeholders.
Menurut riset yang dilakukan oleh Gartner pada 2021, pasar bisnis Cloud dan B2B IT Services di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan, masing-masing dengan CAGR 27 persen untuk Cloud dan CAGR 7 persen untuk B2B IT Service pada tahun 2024. Adanya pandemi Covid-19 juga berperan dalam peningkatan adopsi Cloud dan mempercepat transformasi digital. Hal ini juga menjadi peluang bagi TelkomGroup melalui Telkomsigma dengan portofolio bisnis B2B IT Services yang dimilikinya.
Untuk itu, TelkomSigma terus bersiap demi mengantisipasi kenaikan permintaan Cloud di masa mendatang dengan memperluas layanan dan menggandeng kerja sama dengan pemain global. TelkomSigma sendiri merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan dan solusi berbasis ICT terdepan di Indonesia dengan lebih dari 450 klien dari berbagai industri, seperti perbankan, telekomunikasi, energi, transportasi, manufaktur, dan lainnya. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.