Sebelumnya
Peningkatan ini juga menjadi pendorong pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi.
Airlangga bilang, perkembangan ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2021 dapat terlihat dari transaksi komersial yang mencapai lebih dari 27 miliar dolar AS dan dengan lebih dari 2.300 startup.
“Hal itu menempatkan Indonesia sebagai negara kelima di dunia dengan jumlah startup terbanyak,” ucap Airlangga.
Baca juga : Menkeu Berharap INA Dapat Menarik Investasi Jangka Panjang
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, yang terpenting saat ini adalah dari komitmen investasi yang dibawa tim ekonomi Jokowi menjadi realisasi.
“Kita tahu, hingga akhir Mei 2020 saja terdapat Rp 2.964,9 triliun komitmen investasi yang belum direalisasikan oleh investor. Kalau ada peringkat negara dengan komitmen investasi terbesar, mungkin Indonesia juaranya. PR (pekerjaan rumah) paling berat adalah agar investor merealisasikan investasinya,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurutnya, agar komitmen investasi ini segera terealisasi, Pemerintah harus membenahi masalah-masalah yang selama ini jadi penghambat realisasi investasi di Indonesia.
Baca juga : Bertemu Presiden, Aktivis Cipayung Plus Bahas Proyek IKN Di Istana
Salah satunya, masalah perizinan yang masih perlu banyak perbaikan, kendati sudah disahkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.
“Harmonisasi aturan dari pusat ke daerah juga masih banyak hambatan yang buat proses izin memakan waktu lama,” ujar Bhima.
Selain itu, tim follow up per komitmen investasi atau per investor harus dibentuk, sehingga rencana tindak lanjut dan hambatan di lapangan bisa teratasi.
Baca juga : Kapolri Berkomitmen Beri Pelayanan Terbaik Untuk Korban Perempuan Dan Anak
“Masing-masing investasi kan spesifik secara sektoral hingga lokasi. Jadi, treatment-nya beda-beda, tidak bisa disamakan dan harus ada tim yang menangani secara khusus,” pungkasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.