BREAKING NEWS
 

WEF 2022 Di Swiss Berbuah Manis

Proyek IKN Jadi Daya Tarik Investor Eropa Dan Amerika

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 29 Mei 2022 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Qatar Ali bin Ahmed Al Kuwari Faisal Al-Ibrahim di Alpen Gold Hotel, Davos-Swiss, Selasa (24/05). (Sumber ekon.go.idp

 Sebelumnya 
Peningkatan ini juga menjadi pendorong pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi.

Airlangga bilang, perkembangan ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2021 dapat terlihat dari transaksi komersial yang mencapai lebih dari 27 miliar dolar AS dan dengan lebih dari 2.300 startup.

“Hal itu menempatkan Indo­nesia sebagai negara kelima di dunia dengan jumlah startup terbanyak,” ucap Airlangga.

Baca juga : Menkeu Berharap INA Dapat Menarik Investasi Jangka Panjang

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yu­dhistira mengatakan, yang terpenting saat ini adalah dari komitmen investasi yang dibawa tim ekonomi Jokowi menjadi realisasi.

“Kita tahu, hingga akhir Mei 2020 saja terdapat Rp 2.964,9 triliun komitmen investasi yang belum direalisasikan oleh inves­tor. Kalau ada peringkat negara dengan komitmen investasi terbesar, mungkin Indonesia juaranya. PR (pekerjaan rumah) paling berat adalah agar investor merealisasikan investasinya,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, agar komitmen investasi ini segera terealisasi, Pemerintah harus membenahi masalah-masalah yang selama ini jadi penghambat realisasi investasi di Indonesia.

Baca juga : Bertemu Presiden, Aktivis Cipayung Plus Bahas Proyek IKN Di Istana

Salah satunya, masalah per­izinan yang masih perlu banyak perbaikan, kendati sudah disahkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

“Harmonisasi aturan dari pusat ke daerah juga masih banyak ham­batan yang buat proses izin mema­kan waktu lama,” ujar Bhima.

Selain itu, tim follow up per komitmen investasi atau per in­vestor harus dibentuk, sehingga rencana tindak lanjut dan ham­batan di lapangan bisa teratasi.

Baca juga : Kapolri Berkomitmen Beri Pelayanan Terbaik Untuk Korban Perempuan Dan Anak

“Masing-masing investasi kan spesifik secara sektoral hingga lokasi. Jadi, treatment-nya beda-beda, tidak bisa disamakan dan harus ada tim yang menangani se­cara khusus,” pungkasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense