BREAKING NEWS
 

KAI Terbitkan Obligasi Dan Sukuk Senilai Rp 3 Triliun

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Kamis, 14 Juli 2022 15:23 WIB
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerbitkan obligasi melalui instrumen obligasi dan sukuk dengan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) pada 14 Juli 2022. 

Penjamin pelaksana emisi dalam obligasi ini, yaitu Mandiri Sekuritas, CIMB Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas. Total nilai emisi obligasi dan sukuk adalah sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun dengan tenor obligasi 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun.

Dana Obligasi dan Sukuk ini akan digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara Sumatera bagian selatan sebesar Rp 1,815 triliun, pembayaran jatuh tempo obligasi I tahun 2017 seri A sebesar Rp 1 triliun, dan pengadaan sarana KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) sebesar Rp 185 miliar.

Obligasi dan sukuk ini mendapatkan peringkat idAA + (Double A plus; Stable) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada tanggal 13 April 2022. Obligasi dan Sukuk terbagi menjadi 2 seri di mana Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan asumsi indikasi tingkat kupon Obligasi dan Sukuk 7,45% - 8,10% per tahun, Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan asumsi indikasi tingkat kupon Obligasi dan/atau sukuk 7,80% - 8,50% per tahun. Bunga Obligasi dan Sukuk dibayarkan triwulan 30/360, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi dan Sukuk.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan,  KAI telah membuktikan diri menjadi salah satu pilar utama layanan transportasi di Indonesia. Pada 2021 KAI melayani sebanyak 155 juta penumpang dan 50,3 juta ton barang untuk angkutan barang.

Baca juga : PP Kantongi Kontrak Baru Rp 10,93 Triliun

"Realisasi semester I tahun 2022 ini, jumlah penumpang KAI telah mencapai 119,8 juta dan volume angkutan barang telah mencapai 26,8 juta ton. Kami yakin jumlah tersebut akan terus tumbuh," ujar Didiek  pada acara Investor Gathering di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (14 /7). 

KAI akan terus berupaya untuk menjadi pilihan utama moda transportasi penumpang maupun logistik di Indonesia saat ini serta masa yang akan datang. KAI siap untuk menyongsong hal tersebut dengan secara kontinu meningkatkan kompetensi dengan didukung oleh kemampuan kolaborasi dan perencanaan yang baik.

Batu bara merupakan komoditi angkutan barang terbesar KAI. Pada tahun 2021, KAI mengangkut 38,36 juta ton batu bara, atau 76,32% dari total angkutan barang KAI sebesar 50,26 juta ton. 

KAI menargetkan, volume angkutan batu bara menjadi sebanyak 105,25 juta ton di tahun 2027, meningkat 174,38% dibanding pencapaian di tahun 2021.

Adsense

Rencana pengembangan Sumatera Bagian Selatan sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang masih mengandalkan batu bara dan rencana PT BA untuk meningkatkan produksi batu baranya 
Sinergi BUMN antara KAI, Bukit Asam, dan PLN untuk mendukung Ketahanan Energi Nasional dimana KAI akan menyediakan layanan angkutan barang yang dapat diandalkan.

Baca juga : Perkuat Kinerja, Hino Finance Terbitkan Obligasi 700 Miliar

KAI akan memperbarui sistem persinyalan serta membangun jalur ganda untuk meningkatkan kapasitas lintas sehingga lebih banyak perjalanan KA yang beroperasi. 

Selain itu, KAI juga akan melakukan pengembangan pada fasilitas perawatan sarana dan prasarana serta pengembangan stasiun muat dan bongkar. Dengan sarana dan prasarana yang andal maka volume angkutan batu bara dapat ditingkatkan. 

Adapun pengadaan sarana KA BIAS ditujukan sebagai dukungan KAI terhadap rencana pemerintah dalam Proyek Strategis Nasional pada pengembangan transportasi berbasis rel dari dan menuju Bandara. KAI akan mengadakan sebanyak 4 trainset dimana 1 trainsetnya terdiri dari 4 unit kereta.

Dengan adanya KA BIAS, KAI memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan perjalanan dari dan menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo. KA BIAS menghubungkan stasiun Bandara Internasional Adi Soemarmo, Kadipiro, Solo Balapan, Purwosari, Klaten, Maguwo, Yogyakarta, Wates, dan Kedundang.

Tersedianya layanan transportasi Kereta Api terintegrasi dengan bandara yang dapat diandalkan, akan semakin memudahkan masyarakat untuk bepergian dengan mudah dan nyaman tanpa perlu melalui kemacetan di jalan raya.

Baca juga : Naik 57%, Kontrak Baru Wika Capai Rp 12,45 Triliun

Kinerja keuangan dan profitabilitas tahun 2017 s.d 2019 menunjukkan peningkatan yang stabil. Pada tahun 2020 terdapat penurunan kinerja yang diakibatkan oleh dampak pandemi. 

Di tahun 2021, KAI berhasil melakukan recovery sehingga mampu menurunkan net loss secara signifikan walaupun masih dalam situasi pandemi. Di Tahun 2021, KAI mampu meningkatkan kinerjanya sehingga membukukan arus kas operasi operasi positif Rp723 miliar.

Pada Q1-2022, kinerja KAI baik angkutan penumpang maupun angkutan barang meningkat dibanding Q1-2021. Volume penumpang pada Q1-2022 yaitu 51,7 juta penumpang, naik 33,7% dibanding Q1-2021 yaitu 38,6 juta penumpang. Sementara volume angkutan barang pada Q1-2022 yaitu 12,5 juta ton, naik 15% dibanding Q1-2021 yaitu 10,9 juta ton.

Kenaikan volume pada angkutan penumpang dan barang pada Q1-2022 dibanding Q1-2021 berkontribusi pada kenaikan kinerja profitabilitas dan arus kas operasi. Profitabilitas naik 110,7% pada Q1-2022 dibandingkan dengan Q1-2021. Sementara pada periode yang sama arus kas operasi membaik sebesar 73,6%.

“Penawaran umum kali ini, akan kami gunakan sebaik mungkin dalam rangka peningkatan angkutan kereta api, terutama angkutan barang serta angkutan penumpang. Hal ini adalah wujud dari komitmennya dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan sehingga kereta api dapat menjadi tulang punggung transportasi massal yang dapat diandalkan baik untuk angkutan penumpang maupun barang bagi seluruh masyarakat Indonesia.” tutup Didiek.■
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense