BREAKING NEWS
 

KUR Dan Dukungan BUMN Kebut UMKM Naik Kelas

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 16 Juli 2022 07:30 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan batik di Muria Batik Kudus, Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (15/7/2022). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk meningkatkan Kredit Usaha rakyat (KUR) bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyusul baru terserap 50 persen dari Rp373 triliun anggaran yang disediakan pemerintah untuk program KUR tahun ini. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp).

 Sebelumnya 
“Tapi menurut saya, diskon pajak atau bea masuk barang tidak signifikan memangkas ongkos produksi perusahaan besar. Jadi harus ada reward yang berdampak besar dalam hal produksi mereka,” sarannya.

Sebelumnya, Menteri Erick bilang, KUR yang disalurkan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) memiliki kontribusi besar.

Erick merinci, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 104,5 triliun untuk 2,7 juta pelaku UMKM hingga Mei 2022. Atau 41,12 persen dari target breakdown Pemerintah di tahun ini (Januari-Mei) yang sebesar Rp 254,1 triliun kepada BRI.

Baca juga : DPR Dukung Rencana Moratorium Pengiriman PMI Ke Malaysia

Kemudian Bank Mandiri, telah menyalurkan KUR sebesar Rp 16,85 triliun kepada lebih dari 156 ribu debitur hingga Mei 2022.

Angka tersebut meningkat 7,51 persen jika dibandingkan Mei 2021. Selanjutnya, BNI telah menyalurkan pertumbuhan KUR 13 persen year on year (yoy), menjadi Rp 13,6 triliun pada Mei 2022.

Adsense

Alhamdulillah upaya kami membuka lapangan kerja mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tentu kolaborasi dari setiap elemen, sangat membantu BUMN berkontribusi nyata dalam perekonomian bangsa,” jelas Erick di Jakarta, Senin (11/7).

Baca juga : 3 Kementerian Kolaborasi Dorong UMKM Naik Kelas

Erick mewanti-wanti BUMN agar tak berpuas diri atas capaian itu. Karena, Pemerintah berkomitmen terus meningkatkan porsi pembiayaan kepada UMKM, sehingga akan berdampak langsung pada peningkatan lapangan kerja baru.

Namun harus diakui, dari sisi pembiayaan, pada porsi pembiayaan untuk UMKM di Indonesia baru sekitar 20 persen. Atau masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Seperti Singapura sebesar 39 persen, Malaysia dan Thailand sebesar 50 persen, atau dengan Jepang yang mencapai 65 persen, dan Korea Selatan dengan 80 persen.

“Seiring dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menargetkan pembiayaan perbankan untuk sektor UMKM mencapai 30 persen pada 2024 dan terus meningkat hingga 50 persen,” ujarnya.

Baca juga : Di Peluncuran Microsoft Berpijar, Gibran Ngajak UMKM Naik Kelas

Presiden Jokowi, tegas Erick, beberapa kali menekankan pentingnya keberpihakan terhadap UMKM. Hal ini karena 52 persen dari 57 juta pelaku UMKM belum memiliki akses pembiayaan formal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense