Sebelumnya
“Tapi menurut saya, diskon pajak atau bea masuk barang tidak signifikan memangkas ongkos produksi perusahaan besar. Jadi harus ada reward yang berdampak besar dalam hal produksi mereka,” sarannya.
Sebelumnya, Menteri Erick bilang, KUR yang disalurkan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) memiliki kontribusi besar.
Erick merinci, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 104,5 triliun untuk 2,7 juta pelaku UMKM hingga Mei 2022. Atau 41,12 persen dari target breakdown Pemerintah di tahun ini (Januari-Mei) yang sebesar Rp 254,1 triliun kepada BRI.
Baca juga : DPR Dukung Rencana Moratorium Pengiriman PMI Ke Malaysia
Kemudian Bank Mandiri, telah menyalurkan KUR sebesar Rp 16,85 triliun kepada lebih dari 156 ribu debitur hingga Mei 2022.
Angka tersebut meningkat 7,51 persen jika dibandingkan Mei 2021. Selanjutnya, BNI telah menyalurkan pertumbuhan KUR 13 persen year on year (yoy), menjadi Rp 13,6 triliun pada Mei 2022.
“Alhamdulillah upaya kami membuka lapangan kerja mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tentu kolaborasi dari setiap elemen, sangat membantu BUMN berkontribusi nyata dalam perekonomian bangsa,” jelas Erick di Jakarta, Senin (11/7).
Baca juga : 3 Kementerian Kolaborasi Dorong UMKM Naik Kelas
Erick mewanti-wanti BUMN agar tak berpuas diri atas capaian itu. Karena, Pemerintah berkomitmen terus meningkatkan porsi pembiayaan kepada UMKM, sehingga akan berdampak langsung pada peningkatan lapangan kerja baru.
Namun harus diakui, dari sisi pembiayaan, pada porsi pembiayaan untuk UMKM di Indonesia baru sekitar 20 persen. Atau masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Seperti Singapura sebesar 39 persen, Malaysia dan Thailand sebesar 50 persen, atau dengan Jepang yang mencapai 65 persen, dan Korea Selatan dengan 80 persen.
“Seiring dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menargetkan pembiayaan perbankan untuk sektor UMKM mencapai 30 persen pada 2024 dan terus meningkat hingga 50 persen,” ujarnya.
Baca juga : Di Peluncuran Microsoft Berpijar, Gibran Ngajak UMKM Naik Kelas
Presiden Jokowi, tegas Erick, beberapa kali menekankan pentingnya keberpihakan terhadap UMKM. Hal ini karena 52 persen dari 57 juta pelaku UMKM belum memiliki akses pembiayaan formal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.