BREAKING NEWS
 

Digabung Dengan Holding Rumah Sakit

BUMN Diharapkan Bisa Pangkas Impor Farmasi

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 26 Agustus 2022 07:30 WIB
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa).

 Sebelumnya 
“Dua holding ini segmentasinya kan berbeda, satu farmasi, satu lagi rumah sakit. Dilihat dari urgensinya, tentu ini langkah yang baik untuk bersinergi, agar layanan kesehatan benar-benar dijalankan dari hulu ke hilir,” ucap Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia menggarisbawahi penanganan public health yang masih perlu ditingkatkan. Khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang berada di daerah.

Sehingga holding kesehatan ini harus bisa memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dalam negeri secara menyeluruh.

Baca juga : Ciputra Golfpreneur 2022, Pegolf RI Diharapkan Bisa Jadi Juara

“Pemerataan akses kesehatan harus bisa dilakukan ke depannya. Khususnya, bagi masyarakat miskin,” tegasnya.

Selain itu, penggabungan holding ini juga harus ditekankan untuk tujuan pengurangan impor obat-obatan.

Ia memahami, hingga saat ini masih ada bahan baku obat yang tidak didapat atau tidak bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga harus impor.

Baca juga : Bareskrim Tetapkan Tiga Bos PT RUBS Jadi Tersangka

“Tapi kita harus terus berupaya mengurangi ketergantungan impor itu. Lalu menjadikan produk-produk dalam negeri sebagai prioritas penggunaannya dalam pelayanan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Setelah mampu meng-cover layanan kesehatan dalam negeri, imbuhnya, lalu bisa dilanjutkan dengan mendorong hasil produksi ke pasar global.

Ia optimistis, dengan penguatan jaringan layanan kesehatan, infrastruktur dan transformasi yang dilakukan di sektor kesehatan ini, akan mampu mewujudkan ketahanan kesehatan nasional di masa mendatang.

Baca juga : Mudahkan Pasien, Bayar Tagihan Rumah Sakit Kini Bisa Non Tunai

“Belajar dari pandemi agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih baik ke depannya,” pungkas Trubus. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense