Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penamaan Rumah Sehat Membingungkan Masyarakat

Rabu, 3 Agustus 2022 13:46 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menilai perubahan penamaan Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat membingungkan masyarakat.

“Mengartikan bahasa Inggris hospital akan menjadi dua arti, Rumah Sehat untuk RSUD DKI dan Rumah Sakit buat RS di luar RSUD, dan keduanya mempunyai arti yang berbeda. Ini akan membingungkan mereka yang sekolah,” kata Anggota DPRD Gilbert Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8).

Berita Terkait : Relawan Puan Bermunculan, Gus Falah: Buah Dari Turun Ke Masyarakat

Menurutnya, secara nasional juga RS masih singkatan Rumah Sakit, bukan Rumah Sehat.

“Artinya DKI tidak boleh sembarangan menggantinya tanpa membicarakan hal ini dengan ahli tata bahasa dan meminta pendapat dari Kemenkes. Ini bukan seperti penamaan jalan yang merupakan wewenang DKI dan tidak jelas alasannya, membingungkan dan menimbulkan penolakan masyarakat. Apalagi perubahan nama RS dilakukan 2 bulan menjelang berakhir jabatan,” kritiknya.

Berita Terkait : Pencegahan Ekstremisme Dan Terorisme Perlu Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) seluruh wilayah Jakarta. Nomenklatur Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat.  Pencanangan penjenamaan Rumah Sehat dilakukan berbarengan dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di halaman RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8) pagi.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penjenamaan tersebut salah satu bentuk untuk merubah pola pikir masyarakat Jakarta mengenai rumah sakit. Pasalnya, masyarakat datang ke rumah sakit bukan berorientasi untuk sembuh. 

”Selama ini rumah sakit kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif, sehingga datang karena sakit lalu ke rumah sakit untuk sembuh, untuk sembuh itu harus sakit dulu, sehingga tempat ini menjadi tempat orang sakit,” kata Anies. 

Selain itu, perubahan nama tersebut juga berperan penambahan spek rumah sakit. Salah satunya, aspek promotif dan preventif.

”Jadi rumah sehat ini dirancang untuk benar-benar membuat kita berorientasi pada hidup yang sehat, bukan sekedar berorientasi untuk sembuh dari sakit,” jelasnya.

Perubahan nama Rumah Sehat ini akan dilakukan di seluruh rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta secara serempak. Perubahan nama ini juga diikuti dengan pergantian logo rumah sakit di seluruh RSUD

“Menyeragamkan seluruh simbol di rumah sakit Jakarta yang selama ini beda, seakan bukan satu kesatuan,” tandasnya. ■

 

Berita Terkait : Presiden Minta Jajaran Pastikan Masyarakat Paham Soal RKUHP