BREAKING NEWS
 

Ditemani Menperin Terima Mendag Jepang

Airlangga Lobi Relaksasi Bea Masuk Tuna Dan Buah

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 5 September 2022 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan MenĀ­teri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Nishimura Yasutoshi, di rumah dinasnya, Sabtu (3/9).

 Sebelumnya 
Dalam kesempatan ini, Airlang­ga menyampaikan perkembangan kerja sama Indonesia-Jepang pada pembangunan infrastruktur. Seperti Pelabuhan Patimban yang dilakukan dalam 3 tahap dengan nilai pembiayaan sekitar Rp 35 triliun hingga 2027.

Selain itu, ada pembangunan jalan tol akses pelabuhan Patimban senilai 312 juta dolar AS, dan MRT Jakarta North-South (HIAncol).

Airlangga juga menanyakan pendapat Jepang terkait Indo-Pasifik Economic Framework (IPEF). IPEF merupakan inisiatif Amerika Serikat yang diluncurkan oleh Presiden Joe Biden pada 23 Mei 2022 bersama 14 negara.

“IPEF tentu sangat bermanfaat bagi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, penting untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan dan regulasi,” tutur Nishimura.

Baca juga : Airlangga Bahas Kerja Sama Perdagangan, Investasi, IPEF Hingga KTT G20

Menutup pertemuan, Airlang­ga membahas Regional Compre­hensive Economic Partnership (RCEP) dan Menteri Nishimura memberi selamat atas persetu­juan ratifikasi tersebut.

RCEP merupakan blok per­dagangan terbesar yang digagas oleh Indonesia saat menjadi Ketua ASEAN 2011.

“RCEP akan memberikan ke­untungan besar dan memperkuat kerja sama ekonomi di kawasan Indo-Pasifik” kata Nishimura.

“Kami berterima kasih karena produk dan teknologi dari Jepang diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Kami mengajak untuk bersama-sama saling mendukung dalam menyukseskan G20 tahun ini,” kata Nishimura.

Baca juga : Cegah Terorisme, BNPT Gandeng MAKN Transformasi Nilai Adat Dan Budaya

Nishimura menyampaikan perhatian Jepang untuk kebi­jakan pengaturan impor besi dan baja agar dapat diupayakan lebih baik lagi karena penting­nya produk tersebut.

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan neraca komoditas dalam rangka penerbitan izin impor produk baja yang akan dilaksanakan pada 2023.

Di kesempatan terpisah, Ketua DPR Puan Maharani menilai upaya peningkatan hubungan ekonomi kedua negara (Jepang-Indonesia) sangat relevan.

Di mana dunia mengalami per­lambatan pertumbuhan ekonomi, tantangan tingginya inflasi, kri­sis energi dan pangan, terjadinya perang, dan meningkatnya kete­gangan di Asia Pasifik.

Baca juga : Airlangga: Kita Jadi Pasar Besar Untuk Dunia Digital

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas hubungan diplo­matik Indonesia dengan Jepang yang sudah berjalan baik selama 64 tahun sejak 20 Januari 1958. Sebagai Ketua DPR RI, saya selalu memberikan dukungan agar hubungan Indonesia-Jepang semakin kuat,” ujarnya.

Puan menambahkan, kerja sama kedua negara telah ber­langsung sangat erat dan bersifat multidimensi melibatkan ber­bagai pihak. Tidak hanya antar Pemerintah dan swasta, tapi melibatkan parlemen.

“Sebagai sesama negara demokrasi, maka dukungan parle­men diperlukan dalam pelaksanaan kerjasama internasional suatu negara,” tegas Puan. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense