BREAKING NEWS
 

Melalui Program TJSL, Pupuk Indonesia Group Dukung Rehabilitasi Terumbu Karang

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 27 September 2022 20:55 WIB
Foto: Dok. Pupuk Indonesia Grup

 Sebelumnya 
Menurutnya, keterlibatan nelayan setempat ini merupakan hasil musyawarah dengan pemerintah Kota Bontang melalui Kelurahan Loktuan, agar masyarakat ikut andil dalam menjaga ekosistem perairan.

Ia menyampaikan, seluruh anggota kelompok dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pelatihan pembuatan media terumbu buatan, hingga kemampuan teknik transplantasi terumbu dan sertifikasi menyelam.

Adsense

Bahkan, mereka juga berperan dalam menjaga konservasi terumbu, dengan melakukan pemantauan secara rutin dan mengedukasi nelayan lain untuk tidak lagi menangkap ikan secara destruktif.

Baca juga : Gandeng MDI Venture, Pupuk Indonesia Dukung Ekonomi Digital Sektor Pertanian

"Kelompok Kimasea, kini secara sukarela bersedia menjaga terumbu karang buatan yang telah diturunkan secara berkala sejak tahun 2009,” ujar Wijaya.

Selain didapati 38 genus karang, kawasan rehabilitasi terumbu buatan juga mengalami peningkatan jenis ikan mencapai 38 spesies dari sebelumnya 6 spesies, dengan indeks keanekaragaman hayati karang 3,21 dan ikan 1,94 dalam satu tahun.

Ia menyebutkan, jenis ikan karang yang ditemukan di sekitar terumbu buatan PKT adalah ikan kepe-kepe (butterflyfish), kakatua (parrotfish), kakap (snapper), kerapu (grouper), botana (surgeonfish), baronang (rabbitfish), ikan ekor kuning (fusilier), ikan bibir tebal (sweet lips) dan udang mantis.

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Dan Dukung KPK Berantas Mafia Peradilan

Dari jenis tersebut, sambung dia, ikan yang dominan ditemukan pada kurun 2009-2016 yakni ikan pemakan algae pada permukaan terumbu buatan seperti parrotfish, rabbitfish dan surgeonfish.

Lalu, ikan fusilier yang merupakan pemakan plankton, yang tersebar di sekitar terumbu buatan. Sedangkan pada 2017-2019, ditemukan ikan konsumsi seperti kerapu (goupper) dengan ukuran lebih dari 30 cm.

Menurutnya, jumlah ini pun semakin berkembang hingga 2021, seiring kenaikan jumlah penempelan karang pada terumbu pasca dilakukan transplantasi untuk mempercepat pertumbuhan.

Baca juga : Pelajar Islam Indonesia Ajak Dunia Jaga Keselamatan Etnis Uighur

Ia memastikan, pemantauan terumbu karang buatan ini rutin dilakukan Departemen Lingkungan Hidup Pupuk Kaltim dan PKT Diving Club (PKTDC).

Ke depannya, Pupuk Indonesia melalui Pupuk Kaltim terus mengembangkan pengelolaan program rehabilitasi terumbu karang secara berkesinambungan. Termasuk, meningkatkan kesadaran masyarakat dengan lebih berperan dan berkomitmen menjaga ekosistem perairan secara konsisten.

"Langkah ini akan terus kita lanjutkan untuk mengembalikan populasi ikan dan terumbu. Sehingga, manfaat tak hanya dirasakan masyarakat dan daerah, tapi juga ekosistem perairan secara luas," pungkas Wijaya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense