RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menerima sejumlah pimpinan perusahaan Hyundai Motors Group di Istana Negara, Kamis (25/7). Kehadiran produsen otomotif asal Korea Selatan ini untuk membahas peningkatan investasi di Tanah Air.
"Tadi yang dibahas rencana investasi dari Hyundai Motors di Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto seperti dikutip dari Antara usai mendampingi Presiden Jokowi menerima pimpinan Hyundai Motors di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/7).
Baca juga : Ini Mobil Listrik Paling Cocok Di Indonesia Versi Mitsubishi
Menurut Airlangga, Hyundai juga memaparkan potensi perkembangan teknologi otomotif di masa depan termasuk pengembangan kendaraan listrik, kendaraan otomatis, hingga kendaraan melayang. Saat ini, pihak Hyundai sedang melakukan studi serta survei kawasan industri yang tepat untuk pengembangan investasi.
Menurut Ketum Golkar ini, kawasan industri yang sedang dilirik oleh Hyundai yakni di daerah Bekasi Karawang Purwakarta (Bekapur) serta Subang. Rencananya, Hyundai produksi kendaraan di Indonesia dan menargetkan ekspor sebesar 40 persen ke luar negeri dan sisanya di pasar domestik.
Baca juga : Baran Energy Luncurkan Baterai Listrik Dari Energi Terbarukan
Berapa nilai investasinya? Airlangga mengatakan masih dalam tahap pembahasan. “Presiden positif untuk menanggapi industri otomotif, karena ini salah satu yang menjadi andalan untuk ekspor Indonesia ke depan," katanya.
Sejumlah delegasi Hyundai Motors Group yang menemui Presiden Jokowi yakni Executive Vice Chairman Chung Euisun, President Kong Young Woon, Executive Vice President Park Hong-Jae, dan Senior Vice President Lee Youngtack.
Baca juga : Blok Masela Operasi 2027 Dipastikan Presiden Jokowi
Sementara sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menperin Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan Hyundai menargetkan mulai produksi pada 2021 dengan kapasitas produksi 70.000 hingga 250.000 unit per tahun. Industri otomotif asal Negeri Ginseng itu diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.