Sebelumnya
Disebutkan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Yogyakarta merupakan dua bandara Angkasa Pura I yang secara konsep dan dalam operasionalnya sangat memperhatikan aspek-aspek pelestarian lingkungan hidup, manajemen energi, dan manajemen sumber daya air.
"Kami merasa bangga dengan raihan ini, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi kami terhadap pelestarian lingkungan hidup," lanjutnya.
Baca juga : PGE Raih 3 Penghargaan Dharma Karya Muda dari Kementerian ESDM
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali adalah salah satu infrastruktur pilot project penerapan Sistem Manajemen Energi atau Energy Management System (EnMS) menuju ISO 50001:2018 Sistem Manajemen Energi yang merupakan kerja sama antara United Nations Development Programme (UNDP) dengan Pemerintah Indonesia.
Program kerja sama ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (Ditjen EBTKE Kementerian ESDM) pada tahun 2021 silam.
Baca juga : Menpora Raih Penghargaan Satya Khusus Dari Pemuda Pancasila
Atas implementasi sistem manajemen energi tersebut, hingga bulan Agustus tahun 2022 Bandara I Gusti Ngurah Rai mampu melakukan penghematan energi sebesar 21.130.628 kWh atau setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp 25.103.185.993 dengan asumsi biaya listrik Rp 1.188/kWh.
Bandara I Gusti Ngurah Rai juga mencatatkan penurunan emisi gas rumah kaca atau greenhouse gass sebesar 16.693 Ton CO2e.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.