BREAKING NEWS
 

TF ESC-B20 Beri Napas Baru Bumi Dari Sektor Industri

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 12 November 2022 08:00 WIB
Direktur Utama PT Pertamina yang juga Chair Task Force (TF) Energy Sustainability & Climate (ESC) Nicke Widyawati (kiri), bersama Managing Director Jababeka Infrastruktur yang juga Deputi TF ESC Agung Wicaksono (kedua kiri), pihak Hitachi dan L Oreal, melakukan penandatanganan mendukung Jababeka Net Zero Cluster, di Kintamani 2, Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Bali, kemarin. (Foto: Ist).

 Sebelumnya 
Penggunaan energi merupakan penyumbang terbesar persediaan Gas Rumah Kaca global, sekitar 73 persen. Selain itu, penggunaan energi di industri adalah yang tertinggi dibandingkan dengan penggunaan untuk bangunan dan transportasi.

Dengan adanya dampak global dari sektor industri, maka langkah nyata yang dapat dicapai adalah membuat konsep Klaster Industri Net Zero. Pabrik-pabrik industri terkemuka di Kawasan Industri Jababeka di Cikarang-Indonesia terdiri dari Hitachi, Unilever, dan L’Oréal, berkolaborasi untuk menciptakan klaster net zero pertama di Asia Tenggara.

Baca juga : Erick: GATF 2022, Bukti Nyata Akselerasi Garuda Dalam Transformasi

Bukan hanya hasil pemikiran diskusi saja, namun kelompok pabrik Jababeka tersebut menandatangani pernyataan bersama dan mengumumkan rencananya untuk menjadi klaster industri net zero pertama di Kawasan Industri Jababeka di Indonesia Net Zero Summit 2022, side event B20 Indonesia 2022.

Managing Director Jababeka Infrastruktur, Agung Wicaksono, mengatakan klaster industri net zero Jababeka akan dibangun di atas dasar yang telah direncakan sebagai kawasan industri selama lebih dari 30 tahun dengan perusahaan dari 30 negara untuk bertransformasi di masa depan, menggunakan teknologi dan digital dalam operasionalnya.

Baca juga : International Challenge 2022. PBSI Siapkan 5 Wakil Di Sektor Ganda

Kawasan Industri Jababeka adalah kompleks industri untuk manufaktur dan operasi lainnya dari lebih dari 2.000 perusahaan dari 30 negara, termasuk perusahaan internasional terkemuka dan lokal. Klaster industri baru ini membawa pendekatan multi-pemangku kepentingan yang terkoordinasi untuk mencapai dekarbonisasi industri.

Apabila pioner klaster tersebut berhasil, maka akan dapat diikuti oleh kawasan lainnya yang mana dapat memberikan efisiensi ekonomi serta detak baru dari industri hijau ramah lingkungan. Tantangan tentu akan menjadi tembok hadangan bagi seluruh anggota G20, namun untuk itulah pertemuan diadakan sehingga solusi yang menghadang akan terwujud dari hasil pemikiran para pemimpin negara serta pemangku kepentingan.

Baca juga : OJK: Perubahan Iklim Beri Dampak Buruk Sektor Keuangan

Tantangan yang menanti salah satunya tentu saja adalah pendanaan, sebab untuk memaksimalkan kinerja pabrik dengan minim karbon emisi membutuhkan teknologi yang modern tidak murah. Momentum G20 adalah kesempatan jembatan antara konsep, idealis, prinsip ekonomi serta investor yang siap menyuguhkan ekonomi hijau yang lebih baik.

Mendukung pengembangan klaster industri hijau, juga akan menarik lebih banyak investasi asing yang akan datang sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menciptakan lapangan kerja. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense