Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang dan Presiden China Xi Jinping di Beijing secara terpisah di Beijing, Selasa (26/7).
“Kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain bidang investasi berkualitas untuk pembangunan ekonomi hijau. Antara lain di sektor energi terbarukan, pengembangan industri baterai dan pengembangan green industrial park,” terang Retno dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/7).
Baca juga : 5 Merek Jepang Keroyokan Sosialisasi Mobil Listrik Di Bali
Selain itu, lanjutnya, Jokowi dan Xi juga membahas peningkatan investasi pengembangan industri hilirisasi petrokimia dan sektor telekomunikasi serta semikonduktor.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara juga telah menyepakati pembaruan nota kesepahaman (MoU) Sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt Road Initiative, MoU Kerja sama Pengembangan dan Penelitian Vaksin dan Genomika, MoU mengenai Pembangunan Hijau, dan Pengaturan Kerja sama Kelautan.
Baca juga : ASSA Giat Kejar Peluang Di Bisnis Mobilitas Dan Logistik
Kemudian, protokol mengenai ekspor nanas Indonesia, Pengaturan Kerja Sama Pertukaran Informasi dan Penegakan Pelanggaran Kepabeanan, serta Rencana Aksi Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber dan Teknologi.
Retno juga menyampaikan, sejumlah perusahaan China berminat untuk melakukan investasi sektor energi di Indonesia. Dia pun telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan investor China, guna membahas hal ini. Salah satu pertemuan itu dilakukan pada 25 Juli lalu.
Baca juga : Naik Double Digit, Investasi Manufaktur Tembus Rp 230,8 Triliun
“Menko Marves dan saya telah melakukan beberapa pertemuan dengan investor China, yaitu Tongkun Holding Group Co dan Xinfengming Group Co di bidang pembangunan mata rantai petrokimia di Kalimantan Utara,” tutur Retno.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya