BREAKING NEWS
 

PPKM Tidak Berlaku

Semoga Nataru Aman Dan Ekonomi Meroket

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 18 Desember 2022 06:30 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyampaikan kesiapan dan sejumlah langkah antisipasi yang akan dilakukan Kemenhub untuk melancarkan penyelenggaraan angkutan nataru, dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (13/12). (Foto: Dok. Kemenhub)

 Sebelumnya 
“Kondisi ini akan berdampak ke jumlah uang yang dibelanja­kan masyarakat,” tegas Bhima.

Seperti diketahui, Menteri Per­hubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi, 44,1 juta orang atau 16 persen dari jumlah penduduk Indonesia akan beper­gian pada masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Hal ini dipaparkan BKS-sa­paan Budi Karya Sumadi, da­lam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 bersama Kementerian/Lembaga, operator transportasi, dan pihak terkait lainnya, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (13/12).

Baca juga : PBNU-Prudential Syariah Perkuat Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Masyarakat yang berpergian selama Nataru paling banyak berasal dari Jabodetabek, yakni 7,1 juta. Jawa Timur 6,2 juta, Jawa Tengah 5,8 juta, Jawa Barat 4,4 juta, Sumatera Utara 3 juta.

Sedangkan tujuan terbanyak yang diprediksikan seperti tahun-tahun yang lalu, Jawa Tengah 8,7 juta, Jawa Timur 7,7 juta, Jawa Barat 6,5 juta, Jabodetabek 4,7 juta, DI Yogyakarta 3,6 juta.

BKS memastikan, Pemerintah tidak menerapkan pembatasan pergerakan saat libur Nataru. Karena itu, diprediksi akan ada lonjakan pergerakan masyarakat yang bepergian di momen liburan tersebut.

Baca juga : Pemerintah Harus Antisipasi Pelemahan Ekonomi Global

“Tapi, dari semua itu kita tetap harus memperhatikan keselama­tan, kenyamanan dan tidak lupa kesehatan,” kata BKS.

Mantan Dirut Angkasa Pura II itu mengatakan, kondisi ini akan berbeda jika dibandingkan liburan Natal dan Tahun Baru periode sebelumnya.

Menurut dia, pada periode 2020 hingga 2021, Pemerintah melakukan pembatasan pergera­kan masyarakat karena adanya Covid-19.

Baca juga : Tak Cuma Seremonial, Kemitraan ASEAN-UE Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Tetapi di tahun ini dan 2023, bisa dipastikan kita tidak akan membatasi lagi kepada masyarakat untuk melakukan pergerakan.

“Kementerian Perhubungan akan mempersiapkan pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru kali ini dengan sebaik-baiknya,” tegas BKS. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense