Sebelumnya
Benny menuturkan, sejak penurunan aktivitas eksplorasi akibat pandemi Covid-19 di 2020, pada tahun-tahun selanjutnya aktivitas eksplorasi terus meningkat.
Dibeberkan Benny, pada 2020 jumlah kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 21 sumur dengan nilai investasi US$ 0,5 miliar, maka di tahun 2022 sudah meningkat menjadi 30 pengeboran sumur eksplorasi dengan nilai investasi US$ 0,8 miliar.
“Target 2023 sebesar US$ 1,7 miliar untuk 57 pengeboran sumur eksplorasi,” ujar Benny.
SKK Migas juga bisa merealisasikan penggantian cadangan yang diproduksikan di atas 100 persen sejak 2018. Upaya ini sebagai pondasi peningkatan produksi migas nasional di 2030, yakni produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik perhari (BSCFD).
Deputi Eksploitasi Wahju Wibowo menyampaikan, kegiatan pengeboran sumur pengembangan, workover dan well service meningkat. Kegiatan pengeboran sumur pengembangan terealisasi 760 sumur lebih tinggi dibandingkan 2021 sebanyak 480 sumur atau meningkat 158 persen. Jumlah pengeboran sumur pengembangan 2022 adalah terbanyak dalam delapan tahun terakhir sejak 2015.
Wahju mengakui, capaian lifting minyak dan gas belum mencapai target. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya, tingginya kejadian unplanned shutdown.
Baca juga : Hari Ini, Rupiah Dibuka Melesat 0,08 Persen
Terkait hal tersebut, SKK Migas sudah melakukan audit maintenance dan menyusun langkah-langkah implementasinya. Ke depan, dengan fasilitas produksi yang semakin baik dapat mendukung kegiatan program yang masif di 2023.
Dia menyebut, Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) adalah prioritas di industri hulu migas. Di mana Capaian incident rate (IR) sebagai tolok ukur K3LL industri hulu migas. Pada 2022 mencapai 0,25 atau lebih baik dibandingkan rata-rata IR hulu migas global yang sebesar 0,7.
“Terkait adanya incident yang terjadi di hulu migas, maka hal ini menjadi alert bagi SKK Migas untuk terus melakukan perbaikan,” kata Wahju.
Selain mendorong peningkatan aktivitas dan investasi, SKK Migas juga melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional hulu migas. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi penerimaan negara dan imbal hasil yang optimal bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Deputi Keuangan dan Komersialisasi, Kurnia Chairi mengatakan, efisiensi operasional hulu migas terus meningkat.
Tingginya aktivitas operasional hulu migas, dapat dijaga seefisien mungkin. Efisiensi operasional hulu migas terlihat dari alokasi biaya cost recovery yang telah ditetapkan pada APBN sebesar US$ 8,65 miliar dapat digunakan dengan efisien sehingga hanya terealisasi sebesar US$ 7,8 miliar atau hanya sebesar 90,1 persen dari pagu anggaran.
Baca juga : Perekonomian Membaik, Konsumsi Listrik di NTB Meningkat 3,02 Persen
“Ini juga sebagai bukti pengawasan oleh SKK Migas dapat dijalankan secara efektif sehingga mendorong peningkatan penerimaan negara yang lebih optimal,” ujar Kurnia.
Dari hasil peningkatan investasi dan kemampuan menjaga biaya-biaya secara efisien, lanjut dia, penerimaan negara dari hulu migas di 2022 mencapai US$ 18,19 miliar atau Rp 269 triliun atau 183 persen dari target yang ditetapkan US$ 9,95 miliar. Jika dibandingkan dengan data penerimaan negara sejak 2016, maka penerimaan di 2022 adalah yang paling besar.
“2023 target penerimaan negara ditetapkan sebesar US$ 15,88 miliar atau meningkat 159 persen dibandingkan target 2022,” terang Kurnia.
Selain sebagai sumber penerimaan negara, industri hulu migas turut mendukung peningkatan kapasitas nasional. Pada 2022 pencapaian TKDN hulu migas mencapai 64,75 persen. Lebih besar dibandingkan target, 57 persen dan capaian 2021 sebesar 59 persen.
Deputi Dukungan Bisnis Rudi Satwiko menjelaskan, dengan capaian TKDN 2022 tersebut, dengan nilai pengadaan barang/jasa yang mencapai US$ 6,129 miliar maka yang dinikmati oleh pengusaha dalam negeri mencapai US$ 3,704 miliar atau Rp 45,5 triliun. Sehingga berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional dan daerah.
Rudi melanjutkan terkait upaya mempercepat rekomendasi perizinan di SKK Migas melalui layanan One Door Service Policy (ODSP) di 2022 mencapai 1,02 hari. Lebih cepat 0,53 hari dibandingkan capaian 2021, dan jauh lebih cepat dibandingkan sebelum ada ODSP yang mencapai 14 hari.
Baca juga : Masih Terkendali, IHK 2022 Capai 5,51 Persen
“Terkait dukungannya terhadap keberlanjutan lingkungan, salah satu kegiatan hulu migas dalam rangka Low Carbon Initiative, yaitu penanaman pohon di 2022 mencapai 2,06 juta pohon atau 12 persen di atas target yang ditetapkan 1,65 juta pohon,” papar Rudi.
Untuk mendukung kinerja dan pengawasan yang efektif, SKK Migas telah membangun tata kelola dan organisasi yang dapat menciptakan budaya bersih.
Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri menyampaikan, selain menerapkan prinsip 4 No (No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Hospitality) dan PRUDENT, SKK Migas telah mendapatkan sertifikasi ISO 3700:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Kepatuhan terhadap LHKPN dapat dipertahankan dengan 100 persen pimpinan dan pegawai SKK Migas telah mengisi LHKPN, serta pakta integritas yang terus diingatkan pada saat membuka perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan SKK Migas. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.