BREAKING NEWS
 

WSIS Forum 2023, Dorong Peran Korporasi pada Inklusi Digital

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 25 Maret 2023 10:24 WIB
WSIS Forum 2023 yang digelar di Kota Jenewa, Swiss. (Foto: Dok. Kemenkominfo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berpartisipasi dalam workshop dengan tema “Driving Corporate Action on Digital Inclusion: Ranking 200 Most Influential Tech Companies” dalam WSIS Forum 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Jenewa, Swiss pada Kamis (16/3) lalu.

Workshop yang menghadirkan panelis dari Kemenkominfo, World Benchmarking Alliance (WBA), Logitech, Universal Rights Group (URG) dan World Bank Group bertujuan mendorong peran korporasi dalam mendukung inklusi digital untuk pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat memicu kompetisi dalam pemanfaatan inklusi digital para pelaku industri dan perusahaan teknologi yang saat ini berada di puncak teratas.

Baca juga : HNW Dukung Pengembangan Dakwah Digital

WBA meluncurkan Digital Inclusion Benchmark (DIB) tahun 2023 untuk memberi peringkat 200 Perusahaan Teknologi Paling Berpengaruh, termasuk yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi (TI), perangkat keras, dan sektor telekomunikasi atas prestasinya dalam inklusi digital.

Ini merupakan hasil survei ketiga yang diluncurkan oleh DIB, sebelumnya pernah dilakukan pula pada Desember 2020 dan di tahun 2021 dalam Internet Governance Forum (IGF) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Panelis pertama dalam acara ini adalah seorang Senior Researcher dari WBA, Samita Thapa.

Baca juga : Wisudawan Universitas Trilogi Didorong Perkuat Kolaborasi & Integritas Diri

Samita menjelaskan peran dari organisasinya terhadap inklusivitas digital di mana organisasinya merupakan sebuah organisasi non-profit yang bertujuan menciptakan pembangunan berkelanjutan dalam pengembangan inklusivitas, salah satunya memberikan tolok ukur secara sukarela terhadap seberapa jauh inklusivitas digital berhasil diwujudkan.

“Kami memiliki relasi dengan 200 perusahaan yang berpengaruh terhadap inklusivitas di dunia. Tolok ukur pekerjaan kami adalah sudah seberapa luas digitalisasi dapat diakses kebutuhan manusia," ujar Samita dalam keterangannya, Jumat (24/3).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense