RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan akan terus meningkatkan kemampuan dan pelayanan dalam penyaluran pupuk bersubsidi secara berkelanjutan.
Salah satunya, sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman distributor dan kios terkait regulasi, hingga mendukung penerapan digitalisasi kios untuk memudahkan petani menebus pupuk bersubsidi.
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, peningkatan kemampuan dan pelayanan penyaluran pupuk bersubsidi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor, kios, hingga dinas pertanian di berbagai daerah.
Hal ini sejalan dengan rekomendasi Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri, terkait pupuk bersubsidi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang disampaikan Ketua Tim Satgassus Mabes Polri, Hotman Tambunan, Minggu (30/7).
Baca juga : Sidak Penyaluran LPG, Direksi Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Aman di Bandung
“Pada prinsipnya, kami selalu memberikan sosialisasi kepada kios dan distributor secara berkala, karena memang kami memiliki kantor perwakilan di sejumlah provinsi. Selain itu, kami juga memiliki ratusan petugas pemasaran lapangan yang tersebar di seluruh kabupaten,” jelas Wijaya di Jakarta, Rabu (2/8).
Lebih lanjut Wijaya menjelaskan, Pupuk Indonesia sebagai produsen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Pemerintah.
Hingga 28 Juli 2023, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional telah mencapai sebesar 3,83 juta ton, dengan rincian urea sebesar 2,25 juta ton dan NPK 1,55 juta ton.
Sementara stok pupuk bersubsidi secara nasional, yang tersedia di gudang lini III atau tingkat kabupaten tercatat 853.255 ton atau setara 353 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah.
Baca juga : Pupuk Indonesia Gelar Akhlak Culture Festival Dan Konvensi Inovasi 2023
Yakni, urea sebesar 513.604 ton dan NPK sebesar 339.651 ton per tanggal 31 Juli 2023.
“Penyerapan pupuk bersubsidi, biasanya akan kembali meningkat saat memasuki musim hujan yang biasanya terjadi pada akhir tahun. Pada kesempatan ini, kios-kios akan kembali meningkatkan stoknya,” jelas Wijaya.
Peningkatan kemampuan dan pelayanan penyaluran pupuk bersubsidi, kata dia, juga dilakukan dengan menerapkan digitalisasi kios.
Hingga saat ini, perseroan telah melakukan uji coba digitalisasi kios di 5 provinsi, yaitu Bali, Aceh, Bangka Belitung, Riau, dan Kalimantan Selatan.
Baca juga : Lembaga Survei Australia: Ganjar Ungguli Prabowo Dan Anies
"Dalam waktu dekat, Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian akan terus memperluas wilayah penerapan digitalisasi kios," ujarnya.
Wijaya mengatakan, digitalisasi kios akan mengubah secara drastis proses administrasi kios, dari sebelumnya mengisi banyak formulir kertas.
Kini, semua terekam secara digital dan online dalam sebuah aplikasi. Dengan demikian, setiap transaksi penebusan pupuk bersubsidi tercatat secara real time. Sehingga, meningkatkan transparansi hingga ketepatan penerima pupuk bersubsidi.
“Selain itu, dapat meningkatkan pelayanan kepada petani, karena petani cukup membawa KTP untuk menebus pupuk bersubsidi pada kios-kios resmi,” pungkas Wijaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.