Sebelumnya
Bukan Sumber Polusi
Menyoal polusi yang belakangan mengepung Ibu Kota, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan, penyebabnya bukan karena keberadaan PLTU di sekitar Jakarta, terutama di Suralaya, Banten.
Baca juga : KTT ASEAN, AP II Pastikan Keamanan Dan Layanan Di Bandara Soetta
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro memastikan, hal tersebut dibuktikan dengan hasil satelit Sentinel-5P, yang memuat informasi sebaran tropospheric column density untuk beberapa gas termasuk gas Nitrogen Dioksida (NO2).
Dalam gambar satelit yang Sigit tampilkan, emisi di sekitar PLTU Suralaya tidak menunjukkan penyebaran ke Jakarta. Dia mengatakan, hal itu terjadi lantaran angin bertiup ke arah Selat Sunda.
Baca juga : Sukseskan KTT ASEAN 2023, Menhub Cek Kesiapan Layanan Bandara Soetta
“Kami lakukan studi di PLTU, untuk menjawab apakah (emisi karbon) PLTU masuk ke Jakarta atau tidak. Sudah terkonfirmasi, bahwa sebagian besar masuk ke Selat Sunda, tidak ke arah ke Jakarta,” kata Sigit, dalam Media Briefing: Kualitas Udara di Wilayah Jabodetabek, seperti ditayangkan dalam YouTube Kementerian LHK, Minggu (13/8).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 1/8/2023 dengan judul Kawal KTT ASEAN, Kerahkan Tiga PLTGU, PLN All Out Berikan Layanan Tanpa Kedip
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.