RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan kode emiten BBNI telah merealisasikan sebuah aksi korporasi melalui pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:2 pada Jumat lalu (6/10).
Setelah dilakukan stock split, harga saham baru BBNI menjadi Rp5.200,- per unit.
Baca juga : Stock Split, Harga Baru BBNI Kini Sentuh Rp 5.200
Sebelumnya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, aksi korporasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat investor ritel untuk berinvestasi pada saham perseroan, sekaligus memberikan dorongan positif pada perkembangan pasar modal di Tanah Air.
Sependapat dengan Direktur Utama BNI, Anggota Komisi XI DPR RI Vera Febyanti menilai aksi korporasi BNI melalui stock split menjadikan harga saham BNI menjadi lebih terjangkau bagi para investor khususnya investor perorangan dan dalam negeri.
Baca juga : Harga Beras Kapan Beres?
“Mengenai aksi korporasi stock split itu luar biasa. Dari satu menjadi dua. Harga saham BNI ini kan kalau kita lihat menjadi lebih terjangkau oleh para investor, khususnya di individu dan dalam negeri," ujar Vera dalam keterangannya, Selasa (10/10).
Vera mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi luar biasa. Dari harga sekitar Rp10 ribu kalau di stock split menjadi sekitar Rp5 ribu, ini pasti akan terus meningkat lagi.
Baca juga : Jinakkan Harga, Kadin Gandeng Sahara Resmikan Posko Pangan
Vera berharap BNI dapat terus bertumbuh dengan sehat, dengan memberikan catatan laba bersih yang terus meningkat sehingga semakin memberikan kontribusi yang besar kepada negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.