Sebelumnya
Untuk itu, pihaknya menginisiasi Program “Gerakan Anak Sehat-Kipas Stunting Apindo”, yang merupakan gerakan 1.000 Pengusaha Gotong Royong Atasi Stunting.
Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui program Gerakan Anak Sehat-Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting (GAS-KIPAS Stunting Apindo), dilakukan tiga pendekatan. Yaitu peningkatan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat, pendidikan dan kesehatan, serta penyuluhan dan kampanye.
“Saat ini, program tersebut telah sukses dilaksanakan di 3 provinsi di Pulau Jawa. Kami targetkan 1.000 Posyandu di seluruh Indonesia bisa menerima manfaat dari program ini,” sambungnya.
Selain itu, pihaknya turut bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi (AIPGI), bersama mitra perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Baca juga : Putusan MK Dinilai Kemenangan Kepemimpinan Muda Berprestasi
Yakni, dengan mengikuti pedoman teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengatasi masalah stunting.
“Pengusaha memiliki peran penting, dalam menciptakan perubahan positif. Karena, memiliki akses, teknologi dan jaringan yang luas dalam mendukung program Pemerintah,” katanya.
Tak kalah penting, kata dia, pola perubahan budaya makan dan hidup sehat juga harus dilakukan di keluarga guna menekan angka stunting.
“Kami meyakini, kombinasi gizi dan upaya promosi kesehatan dan literasi soal stunting kepada keluarga, adalah kunci sukses untuk mencegah stunting,” katanya.
Baca juga : Pendaftaran Calon Anggota Komisi Kejaksaan Diperpanjang
Ia pun menegaskan, setiap orang harus sepenuhnya sadar, bahwa stunting dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak yang berdampak pada produktivitas dan kualitas daya saing mereka di masa depan.
Hal ini, yang akhirnya dapat menjadi penghambat kepada investasi dan momentum pertumbuhan ekonomi.
Dengan bersinergi, dia yakin Indonesia akan mampu menikmati bonus demografi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan mampu bersaing.
“Bukan hanya di kawasan regional. Namun, juga di tingkat global,” tukasnya.
Baca juga : Survei SPIN: Prabowo Ungguli Ganjar Dan Anies, Selisih 12 Persen
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 18/10/2023 dengan judul Persiapkan SDM Unggul, Kemenkes Dan Apindo Sinergi Atasi Stunting
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.