RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi tadi dibuka melemah 0,23 persen ke level Rp 15.575 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin do level Rp 15.539 per dolar AS.
Pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang minus 0,01 persen, ringgit Malaysia minus 0,44 persen, yuan China turun 0,1 persen, dolar Singapura anjlok 0,14 persen, won Korea Selatan terperosok 0,59 persen, peso Filipina turun 0,32 persen baht Thailand naik 0,01 persen, dan rupee India menguat 0,08 persen.
Baca juga : Awal Pekan Rupiah Melesat Ke Level Rp 15.583
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,07 persen ke level 105,18. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,55 persen ke level Rp 16.648, terhadap poundsterling Inggris turun 0,64 persen ke level Rp 19.223, dan terhadap dolar Australia minus 0,57 persen ke level Rp 10.098.
Analis pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah tertekan oleh sinyal kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed). Selain itu, pasar juga masih mencermati data neraca dagang China yang bakal dirilis hari ini.
Baca juga : Akhir Pekan, Rupiah Dibuka Di Level Rp 15.833
“Bila data menunjukkan penurunan ekspor atau impor yang dalam, pasar bisa bereaksi negatif mengenai aset berisiko. Sehingga bisa mendorong penguatan dolar AS lagi," ujarnya, Selasa (7/11/2023).
Dari dalam negeri, data PDB kuartal III-2023 yang di bawah ekspektasi pasar turut menjadi faktor penekan rupiah. Ia pun memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 15.500 sampai Rp 15.600 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.