BREAKING NEWS
 

Progress Tembus 80 Persen

Kementerian BUMN Optimistis, Smelter Kedua Freeport Beroperasi Mei 2024

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 9 November 2023 21:26 WIB
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Presdir PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat meninjau proyek pembangunan smelter di KEK JIIPE,Gresik, Jawa Timur, Kamis (9/11/2023). (Foto: PTFI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi progress pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, yang telah melebihi 80 persen per akhir Oktober 2023. Sesuai target linimasa kurva-S dari pemerintah. 

Dalam peninjauannya pada hari ini, Kamis (9/11/2023), Kartika Wirjoatmodjo sebagai perwakilan dari pemerintah mengatakan, proyek smelter PTFI sangat fundamental untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor beberapa material utama untuk ekonomi Indonesia.

“PTFI adalah salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar ke negara dalam bentuk pajak, royalti. Kita ingin, produksi Freeport baik di hulunya, maupun nanti di smelternya benar-benar bisa sesuai harapan. Termasuk, emas dan logam mulia lainnya," kata Kartika Wirjoatmodjo.

Baca juga : 70 Persen Warga Rempang Mau Digeser Ke Tanjung Banun

PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan untuk menuntaskan konstruksi fisik pada akhir Desember 2023. Selanjutnya, akan menjalani tahap pre-commissioning dan commissioning untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala. Serta dapat memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024. Setelah beroperasi, smelter kedua ini akan mencapai kapasitas produksi penuh pada Desember 2024.

Adsense

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direkur PTFI Tony Wenas menyampaikan, penyelesaian smelter ini menghadapi tantangan utama berupa manajemen proyek yang tidak mudah. “Menyangkut begitu banyak sub-kontraktor, melibatkan tenaga kerja yang banyak, bagaimana memadukannya sehingga inline,” bebernya.

Tony menjelaskan, keberadaan smelter PTFI hingga kuartal III 2023 telah berkontribusi terhadap nilai realisasi investasi untuk hilirisasi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi untuk hilirisasi di sektor mineral, mencapai angka Rp 151,7 triliun. Dari total angka tersebut, tembaga memberikan kontribusi sebesar Rp 47,6 triliun.

Baca juga : Menperin: Optimisme Naik, Industri Kita Semakin Baik

Tony meyakini, dengan sumber daya yang ada plus program percepatan investasi, Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan dalam pertambangan dan hilirisasi.

“Sudah banyak investasi yang mau masuk di Indonesia, untuk membuat value added yang lebih banyak lagi. Demand produk tambang akan semakin tinggi. Ini merupakan peluang. Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan di dunia,” ujarnya. 

Dalam pembangunan smelter kedua ini, PTFI telah menanamkan investasi hingga 2,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 43 triliun per akhir Oktober 2023, dari total anggaran 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 46,94 triliun.

Baca juga : Progres Baru 16 Persen, Bendungan Mbay Ditargetkan Selesai Akhir 2024

Setelah beroperasi penuh, smelter ini akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense