Sebelumnya
Wapres juga mengapresiasi penyusunan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029, yang merupakan hasil sinergi bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kemenag, BWI dan kementerian atau lembaga terkait lainnya. Termasuk para nadzir, asosiasi nadzir, industri keuangan syariah dan akademisi.
"Saya harap peta jalan ini menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dalam mendorong pengembangan wakaf yang produktif, kolaboratif, dan integratif," ungkapnya.
Peta Jalan Wakaf Nasional
Ketua Pelaksana BWI Mohammad Nuh mengatakan, BWI sudah menyiapkan Peta Jalan Wakaf Nasional. Inti dari peta jalan ini ingin melakukan transformasi dari pengelolaan wakaf yang tadinya lebih berfokus untuk memperbanyak wakif yakni memperbanyak orang yang berwakaf.
Baca juga : Inabuyer EV Expo 2023, Aismoli Usulkan Peringatan Hari Sepeda Motor Listrik Nasional
"Memperbanyak orang yang berwakaf itu oke, tapi itu saja belum cukup. Kita ingin mentransformasi dari dari wakaf dan wakif menjadi pengelolaan yang lebih profesional, produktif. Karena yang dibagikan ke mauquf alaihi atau penerima manfaat wakaf itu hasil dari pengelolaan wakaf," jelasnya.
Nuh mengatakan, dalam wakaf itu yang bisa dibagikan adalah hasil dari olahan induknya atau pokok wakaf.
Untuk itu, pengelolaan hasil wakaf produktif menjadi tema sentral, karena yang bisa dibagikan itu hasil produktivitas wakafnya.
Baca juga : Relawan ABJ Yakin Kemenangan Prabowo-Gibran Di Jateng Dan Yogyakarta
Tetapi menurutnya, hal itu saja belum cukup. BWI ingin melakukan transformasi yang ketiga, yaitu cara menyalurkan penerima manfaat (wakaf) itu benar-benar memiliki dampak yang maksimal.
“Sehingga kalau itu kita bisa lakukan maka wakaf akan mudah untuk kita transformasikan untuk menjadi transformasi yang keempat yaitu wakaf 4.0," kata Nuh.
Ia bilang, yang tadinya penerima manfaat wakaf (mauquf alaihi) diupayakan menjadi pemberi wakaf atau wakif. Karena mereka telah dibantu oleh hasil dari wakaf produktif, yang tadinya penerima wakaf menjadi pemberi wakaf. Inilah yang diharapkan ke depannya.
Baca juga : Pesan Romo Magnis Ke Ganjar: Tuhan Memberkati Dan Jalan Terus
Untuk memperkuat itu tegas Nuh, tidak ada cara lain kecuali dengan memperkuat nadzir dan menjadikan mereka semakin kompeten. Karena nadzir adalah pengelola harta wakaf.
“Untuk itu, BWI sudah punya program untuk membuat nadzir semakin kompeten,” pungkas Nuh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.