Sebelumnya
Menurutnya, Indonesia telah mencapai kesuksesan yang nyata dalam perjalanannya menjadi negara digital.
Namun, mentransformasi ekosistem digital negara ini tidak akan mungkin tanpa investasi yang diperlukan dari sektor swasta.
"Untuk merealisasikan hal itu, diperlukan pendekatan seluruh pemerintah (Whole-of Government) untuk memastikan langkah-langkah yang tepat dan sesuai, termasuk memberikan insentif investasi infrastruktur, menyederhanakan biaya sektor spesifik, dan mengurangi birokrasi," kata Gorman.
Meskipun Indonesia terdiri dari lebih dari 18.000 pulau, negara ini telah mencapai jaringan infrastruktur digital yang luas dengan 96 persen populasi sekarang tercover oleh jaringan 4G.
Baca juga : Peruri Dorong UMKM Go Global Lewat Optimalisasi Teknologi Digital
Namun, konektivitas seluler 5G akan menjadi kunci untuk mencapai target ekonomi baru, dan investasi akan memerlukan kebijakan yang mendesak untuk mempercepat rollout infrastruktur 5G, di tempat yang paling dibutuhkan.
Gorman menyebut, Pemerintah Indonesia harus memastikan investasi berkelanjutan dalam jaringan digital.
Menurutnya, peluncuran 5G akan mendorong peningkatan permintaan ponsel pintar dan lalu lintas data.
Di Indonesia, pengiriman model 5G tumbuh 54 persen pada Q3 2023 dan menyumbang 19 persen dari total.
Baca juga : Gaet Pasar Jaya, Bank DKI Perkuat Literasi Keuangan Digital Pasar
Namun, kemampuan operator untuk memperluas kapasitas dan jangkauan jaringan sering kali terhalang oleh kendala regulasi, struktur pasar, dan beban pajak yang berlebihan.
Hal ini telah menciptakan kesenjangan investasi di mana kondisi pasar untuk investasi swasta di jaringan telekomunikasi tidak cukup mendukung untuk memenuhi target kebijakan digital nasional dan regional yang ambisius.
Karena itu, laporan GSMA menyerukan kepada seluruh bagian Pemerintah untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan industri untuk: Mendorong pembagian infrastruktur secara sukarela (pasif dan aktif) untuk mengurangi biaya peluncuran jaringan, terutama di daerah-daerah yang sulit.
Mengurangi birokrasi untuk mendapatkan izin yang diperlukan dan hak guna bangunan (RoW) untuk lokasi cell-site.
Baca juga : Sri Mul Happy, Sistem Keuangan Kita Terjaga
Dan penyebaran serat untuk memudahkan peluncuran jaringan, terutama densifikasi 5G. Sebagai contoh, amandemen aturan RoW di India pada tahun 2022 telah dikreditkan untuk peluncuran cepat 5G dan infrastruktur serat pada bulan-bulan berikutnya.
Selanjutnya, mengurangi dan menyederhanakan pajak dan biaya sektor tertentu (termasuk pajak menara dan biaya izin pembangunan menara, dan berbagai biaya yang dikenakan oleh pemerintah kota) untuk meringankan beban biaya peluncuran jaringan dan operasi dan memastikan keberlanjutan keuangan industri seluler.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.