RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak optimistis menatap prospek perekonomian 2024. Namun begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mewanti-wanti agar tetap waspada karena ekonomi global masih dibayang-bayangi ketidakpastian.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diyakini bisa mencapai 5,2 persen.
Jokowi meminta jajaran menteri, pemimpin lembaga hingga kepala daerah konsisten bekerja keras dan bersinergi untuk mewujudkan hal tersebut.
Baca juga : Investasi Sektor Tambang Tumbuh 131 Persen Jadi USD 7,46 Miliar
“Optimisme kita harus dibarengi sinergis antara Pemerintah dan swasta, dan kerja yang berkelanjutan dengan dukungan seluruh masyarakat serta pemangku kepentingan,” kata Jokowi di acara Outlook Perekonomian Indonesia yang diselenggarakan di Hotel St. Regis, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Agar target perekonomian tahun depan bisa dicapai, Jokowi mendorong seluruh pihak untuk terus konsisten dalam menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Investasi tersebut difokuskan untuk memberikan nilai tambah kepada negara.
Presiden menegaskan, investasi dan hilirisasi harus ditingkatkan di semua sektor unggulan. Baik mineral, pertanian, perikanan dan kelautan, serta perkebunan.
Baca juga : Target Penerimaan Pajak Kudu Dikejar
“Penguatan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan penguatan ekonomi biru juga harus ditingkatkan ke depannya,” ujar Jokowi.
Meski demikian, Jokowi mengingatkan jajarannya agar tetap berhati-hati dan waspada dengan situasi ketidakpastian global yang masih berlanjut hingga saat ini.
“Kalau orang Jawa bilang, tetep eling lan waspodo. Konflik di Timur Tengah yang saat ini terjadi bisa memicu kenaikan harga minyak global yang bisa mempengaruhi perekonomian negara-negara di dunia, termasuk Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga : Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,08 Persen, Pj Gubernur Ingin Ditingkatkan Lagi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, salah satu faktor yang mendukung optimisme pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5 persen pada 2024 adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang perlahan mulai membaik.
“Ini memunculkan harapan bagi perekonomian dunia. Di mana AS sebagai perekonomian terbesar bisa bertahan di tengah suku bunga yang meningkat,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Wanita yang akrab dipanggil Ani itu juga mengatakan, untuk 2024 ada sinyal pelonggaran suku bunga bank sentral Amerika Serikat/The Fed. Dengan pelonggaran tersebut akan berdampak positif untuk meredam perekonomian global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.