Sebelumnya
Product Development and Portfolio management Division Head Bank Mega Syariah Veronica Henny Sisilia menambahkan, menabung merupakan investasi jangka panjang untuk persiapan masa pensiun, menghindari dampak inflasi, dan mewujudkan berbagai impian seperti ibadah haji, kepemilikan rumah, atau pencapaian cita-cita lainnya.
Dengan demikian, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk tabungan bukan sekadar kebijakan finansial, melainkan langkah strategis untuk mencapai stabilitas dan kesejahteraan finansial di masa depan.
Baca juga : Bank Mega Syariah Kejar Target Terbitkan 25.000 Syariah Card Tahun Ini
Veronica bilang, pada dasarnya, masyarakat dapat mengalokasikan pendapatan sesuai dengan kebutuhan atau dapat menggunakan formula rencana anggaran keuangan yaitu 10:20:30:40 dari pendapatan yang dimiliki.
“10 persen untuk biaya sosial, 20 persen untuk tabungan, 30 persen untuk utang, dan 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari. Formula ini dapat dimodifikasi lebih lanjut sesuai dengan keinginan dan tujuan,” ungkap Veronica.
Baca juga : Libur Akhir Tahun, Syariah Card Mega Syariah Melonjak 50 Persen
Di tengah fenomena dissavings, masyarakat yang menggunakan produk tabungan Bank Mega Syariah justru semakin banyak. Terlihat dari NoA yang terus tumbuh positif.
“Bank Mega Syariah berkomitmen untuk terus memberikan inovasi produk dan layanan yang dapat memenuhi harapan nasabah. Pertumbuhan ini menandakan kepercayaan yang terus tumbuh dari masyarakat dan bisnis,” ujar Veronica.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.