BREAKING NEWS
 

Raih Adjusted EBITDA Positif, GoTo Siap Buyback Saham Rp 3,14 Triliun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 20 Maret 2024 12:54 WIB
GoTomeraih pencapaian EBITDA Group yang disesuaikan (adjusted) mencapai Rp 77 miliar pada kuartal IV-2023. (Ilistrasi GoTo)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, GoTo juga semakin mantap menggelar pembelian kembali saham alias buyback maksimal 200 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 3,14 triliun. Ini sejalan dengan capaian kinerja sepanjang 2023.

Hal tersebut seiring dengan perbaikan profitabilitas dan arus kas, GoTo akan mengoptimalisasi pemanfaatan modalnya sejalan dengan rencana alokasi modal yang baru disusun.

“Rencana ini mencakup inisiatif pembelian kembali saham GoTo atau share buyback sebanyak-banyaknya 200 juta dolar AS,” ungkapnya.

Aksi korporasi itu baru bisa dieksekusi setelah emiten berkode saham GOTO ini memperoleh restu dari regulator dan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Sepanjang 2023, GoTo membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 14,78 triliun.

Pencapaian tersebut melonjak 30,28 persen secara tahunan dari Rp 11,34 triliun pada 2022. Kemudian rugi usaha GoTo menyusut 66,11 persen menjadi Rp 10,27 triliun sepanjang 2023.

Adsense

Baca juga : Ramadan dan Idul Fitri, BCA Siapkan Uang Tunai Rp 68,80 Triliun

Di tahun sebelumnya, rugi usaha perusahaan teknologi ini mencapai Rp 30,32 triliun.

Namun akibat pencatatan goodwill sebesar Rp 78,76 triliun di tahun 2023 akibat melepas pengendalian PT Tokopedia, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk GoTo membengkak 128,44 persen yoy menjadi Rp 90,39 triliun.

Kinerja GoTo Financial

Sementara Goto Financial secara konsisten kembali menunjukkan perbaikan kinerja sepanjang 2023. Langkah ekspansif dari salah satu unit bisnis Grup Goto ini telah memperkecil posisi minus pada pos EBITDA hingga 55 persen secara tahunan.

Secara nilai, EBITDA Goto Financial sepanjang 2023 tercatat minus Rp 1,58 triliun. Pada tahun sebelumnya, EBITDA dari unit bisnis yang bisa menjadi andalan grup ini masih sekitar minus Rp 3,28 triliun.

“Adapun, unit bisnis ini mencatat pertumbuhan topline yang kuat, seiring dengan peluncuran dan adopsi dari produk-produk baru. Tercatat, pendapatan bruto naik 15 persen atau senilai Rp 1,87 triliun,” kata Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo.

Baca juga : Ramadan dan Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 31,3 Triliun

Ia mengatakan, unit bisnis financial technology dari GoTo ini terus berekspansi, sehingga tetap mempertahankan perbaikan EBITDA yang disesuaikan, baik itu secara tahunan maupun kuartalan.

“Produk-produk baru mampu menjaring pengguna di dalam dan di luar ekosistem GoTo, termasuk di antaranya aplikasi GoPay yang telah memperoleh penghargaan, serta produk simpanan,” ujarnya.

Adapun, bisnis pinjaman tetap menjadi prioritas dalam unit finansial ini. Produk ini tumbuh secara sehat, dengan pembukuan pinjaman konsumen pada kuartal IV/2023 meningkat 32 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, gross transaction value (GTV) Goto Financial pada tahun 2023 senilai Rp 379,74 triliun atau tumbuh 5 persen secara tahunan.

Apabila mengesampingkan bisnis merchant payment gateway, tumbuh 8 persen secara tahunan. Biaya kas rutin operasional pada 2023 berkurang 35 persen secara tahunan (year on year/yoy) didorong oleh optimisasi biaya.

Baca juga : Cari Pengganti Mbappe, PSG Nyiapin Duit Rp 3,4 Triliun

Hal itu seiring upaya Goto mengembangkan produk pinjaman, mengingat biaya-biaya tersebut diperkirakan akan mengalami fluktuasi.

Jumlah pinjaman diberikan dari bisnis pinjaman konsumen Goto, termasuk layanan buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, pada kuartal IV/2023 tumbuh 32 persen secara kuartalan menjadi Rp 1,9 triliun.

“Kualitas kredit tetap terjaga baik dengan tingkat pinjaman bermasalah lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo pada 1,3 persen sebagai persentase dari keseluruhan pembukuan pinjaman konsumen di bulan Desember,” jelas Jacky.

Sementara itu, lebih dari 70 persen dari pembukuan pinjaman merupakan penyaluran pinjaman dari Bank Jago di kuartal IV-2023. Capaian itu meningkat dari di bawah 60 persen pada kuartal sebelumnya.

“Kedua perusahaan akan terus berkolaborasi untuk meningkatkan pertumbuhan pinjaman dalam ekosistem Goto di 2024,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense