BREAKING NEWS
 

Tree in a Box: Paru-paru Futuristik Urbanisasi Nusantara

Writer : Soen Eliora Valerie Natania
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 17 April 2024 11:22 WIB
Microalgae (Foto: Adobe Stock)

      Pada dunia kontemporer ini, terdapat istilah untuk berpikir ‘outside the box’ atau berpikir dengan pola pikir diluar pemikiran lazim. Namun, mungkinkah jawaban dari kendala-kendala urbanisasi yang dihadapi Nusantara berada di sebuah objek yang terkurung oleh sebuah wadah praktis atau ‘in the box’? 

     Dikaji melalui Databoks pada 2020, sebanyak 56,7% penduduk di Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Angka ini diprediksi akan terus meningkat sebanyak 3-4% per 5 tahun, dengan prediksi terdekat sebesar 60% pada 2025. Dikarenakan oleh tindakan urbanisasi ini, terdapat sebuah ketidakseimbangan, baik di kota maupun desa. Semakin banyak lahan hijau mengalami alih fungsi, semakin besar tuntutan akan fasilitas umum, dan semakin besar pula emisi karbon pada daerah kota. Hal ini didukung pula dengan angka penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia yang terus melaju dengan tingkat pertumbuhan yang pesat. Menurut data Korlantas Polri pada bulan Februari 2024, terdata 160.652.675 kendaraan bermotor teregistrasi di Indonesia. Pertumbuhan kilat ini dicerminkan dengan angka 152.565.905 pada Januari 2023 (CNN Indonesia).

Tren kendaraan bermotor tersebut turut mempengaruhi emisi dan kualitas udara di Indonesia, terutama pada daerah perkotaan. Menhub menyatakan bahwa emisi kendaraan bermotor mencapai 50% total emisi akumulatif (CNBC Indonesia, 2023).  Bahkan, berdasarkan follow up yang dilakukan untuk mewujudkan titik berat Net-zero Emission pada Perjanjian Paris tahun 2015, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki progress yang tergolong ‘terlambat’ dalam menurunkan jejak karbonnya dengan parameter national-level-neutrality-years (Van Soest et al., 2021). Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia telah mencapai suatu titik yang terdesak dan memerlukan dengan segera suatu terobosan inovatif yang tepat dan efektif.

Tree in a Box, sebuah solusi urbanisasi

     Kepadatan penduduk pada daerah perkotaan menjadikan kualitas udara daerah perkotaan sangat buruk. Demand akan energi listrik yang bombastis pada daerah perkotaan serta sumbernya yang tidak terbarukan juga menjadi isu yang fundamental. Terdapat pula kekurangan lahan sebagai media tanam sehingga sirkulasi udara sehat turut terbatas. Bahkan, akibat tuntutan akan perluasan lahan, tidak jarang ditemukan tindakan alih fungsi lahan hijau menjadi lahan yang mewadahi keperluan mobilitas sosial. Situasi tersebut mendorong adanya suatu gebrakan inovatif yang dapat mewadahi ketiga isu tersebut.

Maka dari itu, kami menghadirkan Tree in a Box—sebuah solusi urbanisasi berbasis teknologi hijau. Fungsi utama dari kreasi Tree in a Box adalah untuk mengoptimalisasi penangkapan karbon pada daerah perkotaan, dimana pepohonan yang seharusnya menjadi alat penangkapan karbon utama yang alami tidak memungkinkan untuk tumbuh. 

           Gambar 1. Visualisasi Tree in a Box pada siang hariGambar 2. Tree in a Box sebagai fasilitas umum

     Fungsi sekunder Tree in a box seperti stasiun pengisi daya power bank sewaan, penerangan, dan sebagai tempat beristirahat merupakan bentuk adaptasi Tree in Box dengan demand dan gaya hidup perkotaan. Stasiun Power bank juga merupakan bentuk kolaborasi bisnis dengan perusahaan eksternal untuk memperoleh dana pemeliharaan (maintenance) sehingga Tree in a Box dapat menjadi fasilitas umum yang bersifat independen secara finansial. 

Gambar 3. Tree in a Box sebagai penerangan     Desain Tree in a Box dibentuk berdasarkan aspek estetika dan fungsional. Desain dirancang melengkung untuk mempermudah sudut sirkulasi mikroalga guna memaksimalkan efisiensi kapabilitas penangkapan karbon. Lengkungan tersebut dimanfaatkan pula sebagai tempat duduk umum. Tree in a Box juga menyediakan stasiun penyewaan power bank sebagai adaptasi kebutuhan urbanisasi dan pembiayaan maintenance. Bagian atap Tree in Box dilengkapi dengan instalasi panel surya sebagai optimalisasi energi hijau. Peletakan ini diselaraskan dengan penempatan Tree in a Box, dikarenakan oleh desain panel surya yang bertujuan untuk mengikuti arah cahaya matahari, yaitu Timur ke Barat. Tree in a Box juga dilengkapi oleh sensor cahaya, dimana pada malam hari lampu yang didesain pada Tree in a Box akan menyala menggunakan energi listrik yang telah diperoleh melalui cahaya matahari dan fotosintesis mikroalga pada pagi hingga siang hari.

Gambar 4. Stasiun power bank Tree in a Box

     Wadah tembus pandang berperan sebagai photobioreactor. Photobioreactor merupakan sebuah alat yang dimanfaatkan sebagai wadah kultivasi sebuah spesies. Pada Tree in a box, photobioreactor mewadahi Chlorella vulgaris, sebuah spesies mikroalga yang memiliki efisiensi penyerapan karbondioksida tertinggi pada kelasnya (Hasnain et al., 2023). Fitur unik yang dimiliki mikroalga adalah fleksibilitasnya terhadap lingkungan habitatnya—mikroalga secara alami dapat ditemukan dan hidup di berbagai perairan berkualitas rendah, seperti perairan industrial yang tercemar, lautan, hingga tanah subur (Umamaheswari and Shanthakumar, 2016).

Maka, sebagai bentuk penghematan air bersih, air yang digunakan pada Tree in a Box merupakan air kualitas rendah atau waste water. Mikroalga juga merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan memiliki laju fotosintesis 10 kali lebih cepat daripada tumbuhan konvensional (Singh and Ahluwalia, 2013), menjadikan mikroalga sebagai sumber daya hijau yang berprospek tinggi sebagai alternatif energi terbarukan. 

“Room for Improvement”

     Seluruh inovasi atau ide baru datang dengan sebuah celah permasalahan. Hal tersebut tidak selalu mengindikasikan bahwa suatu inovasi atau ide inkompeten, melainkan menjadi sebuah motivasi untuk tahap pembaharuan atau penyempurnaan seiring berkembangnya sains. Tree in A Box bukanlah pengecualian. Laju pertumbuhan mikroalga yang sangat tinggi memunculkan suatu keperluan maintenance yang vital untuk diperhatikan dan dipertimbangkan. Pada selang waktu sekitar 2 minggu (dapat berubah berdasarkan modifikasi bentuk desain photobioreactor dan kuantitas mikroalga), diperlukan proses pengurasan mikroalga dikarenakan replikasi yang berlebihan dapat menghambat laju fotosintesis. Namun, mikroalga yang telah dikuras dapat digunakan kembali pada pendirian Tree in Box lainnya, menjadi pupuk, atau apabila dikeringkan, dapat menjadi sumber pakan yang sangat bernutrisi. Mikroalga merupakan suatu spesies yang pemanfaatannya sangat luas, sehingga tidak akan menyebabkan limbah sisa.

Sustainable Development Goals 

     Sebagai ‘paru-paru’ urbanisasi, Tree in a Box mencakup berbagai prinsip Sustainable Development Goals (SDG). SDG yang dicakup melalui inovasi Tree in a Box ini mencakup SDG nomor 7,9,11,13,15. Dengan implementasi utama SDG ke-7, yaitu energi bersih dan terjangkau. Pemanfaatan mikroalga dan cahaya matahari sebagai tonggak penggerak Tree in a Box bertujuan untuk mengimplementasi energi bersih sebagai sumber energi utama. Independensi finansial yang didukung oleh kemitraan juga menjadikan Tree in a Box sebuah fasilitas umum yang dapat dinikmati dan terjangkau bagi seluruh kalangan. 

Penutup

“The proper use of science is not to conquer nature, but to live in it” -Barry Commoner

     Sains telah dimanfaatkan untuk keperluan manusia sejak berabad-abad lalu. Kini, manusia telah hidup dalam konsekuensi pemanfaatan eksesif tersebut; emisi karbon yang melonjak tinggi, perubahan iklim, serta keadaan dimana manusia telah berada pada titik ‘akan kehabisan’ sumber daya untuk bertahan hidup. Tree in a Box hanyalah salah satu dari banyaknya solusi-solusi inovatif lain dalam mengatasi konsekuensi ini. Tree in a Box tidak bertujuan untuk menggantikan fungsi alami alam, namun hanya sebatas memberikan alternatif realistis dengan misi mengurangi dampak buruk urbanisasi. Tree in a Box juga diharapkan dapat membangun jiwa inovatif para cendekia muda untuk turut menyumbangkan ide dan realisasi inovatif guna memajukan, menghijaukan, dan mentransformasikan Nusantara. 

Dengan gelora semangat intelektual, transformasikan Nusantara hijau

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense