Indonesia disebut sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Sektor pertanian di Indonesia memiliki kotribusi yang besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Selain itu, terdapat sedikitnya 40,69 juta orang yang bekerja di sektor pertanian yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal tersebut seharusnya menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur akan sumber daya alam khususnya pada sektor pertanian. Akan tetapi, luas lahan pertanian di Indonesia diperkirakan menurun setiap tahunnya dan dapat berakibat pada penurunan produktivitas pertanian di lapangan (Masalah Petani RI, Lahan Sawah Berkurang dan Teknologi Pertanian Rendah, CNBC Indonesia, 2023).
Menanggapi hal tersebut, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk memberikan insentif dan penetapan lahan sawah yang dilindungi. Upaya tersebut tertuang pada komitmen pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi kelaparan dan memperkuat sektor pertanian berkelanjutan seperti yang tercantum dalam RPJM 2020-2024.
Tetapi, upaya tersebut belum benar benar mengatasi masalah jangka panjang dalam sektor pertanian. Hal ini disebabkan masih banyak konflik agraris yang seharusnya segera ditangani. Selain itu jika dilihat dari pertumbuhan penduduk, Indonesia memiliki populasi yang jumlahnya cukup besar dan bertambah setiap tahunnya. Dengan bertambahnya populasi maka akan mengakibatkan permintaan kebutuhan pangan yang semakin meningkat.
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan. Mulai dari penetapan peraturan presiden, rencana jangka pendek dan panjang, bekerjasama dengan masyarakat dalam pemberian izin pembukaan lahan pertanian, dan meningkatkan produktivitas pertanian. Solusi yang diberikan memiliki kelemahan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Sebagaimana seharusnya, dalam menerapkan kebijakan di lapangan harus sesuai dengan kebijakan yang telah dibuat. Namun, nyatanya penerapan tersebut seringkali terkendala akibat kurangnya pemahaman yang diberikan kepada masyarakat dan petani sehingga menginterpretasikan kebijakan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan (Syarief Hasan, 2021).
Sementara itu, pengetahuan petani akan penggunaan teknologi dalam sektor pertanian seharusnya ditingkatkan sedari awal. Penggunaan teknologi dalam pembangunan infrastruktur energi terbarukan merupakan suatu inovasi yang dapat diperhitungkan kegunaannya. Upaya penerapan penggunaan infrastruktur tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan metode software agriculture. Metode tersebut dapat meminimalisir penggunaan lahan pertanian yang lebih banyak ataupun meningkat dan dapat mendorong roda produktivitas pertanian di lapangan.
Akan tetapi, metode tersebut memiliki tantangannya sendiri dalam menghadapi ketidakseimbangan produksi pangan sehingga sulit untuk diimplementasikan secara merata di Indonesia. Penggunaan teknologi dalam pengembangan infrastruktur pertanian yang berdasar pada energi terbarukan dapat direalisasikan secara bertahap melalui software agriculture sesuai dengan prioritas penggunaan lahan. Dalam bidang pertanian, juga diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan teknologi, pengetahuan lokal, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan hal ini, software agriculture yang termasuk dalam pertanian modern berkelanjutan dapat diterapkan di Indonesia yang memiliki tujuan sama dengan SDGs.
Pertanian Modern Berkelanjutan dan permasalahan yang timbul
Dalam kacamata produksi pangan di Indonesia, terdapat sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian khusus. Permasalahan yang kian nyata dan sedang dihadapi yaitu ketidakseimbangan produksi pangan antar wilayah, tingginya proporsi kehilangan hasil panen dan pemborosan pangan (Suryana 2014). Dalam penggambaran sumber daya manusia pertanian, didapati bahwa dalam kurun waktu 10 tahun (2003-2013) jumlah petani semakin turun. Dengan hal ini, kebanyakan dari para petani hanya lulusan SD dan memiliki pengetahuan teknologi yang rendah.
Selanjutnya, jika dilihat dari sisi generasi muda yang terlibat dalam sektor pertanian tidaklah banyak. Generasi muda atau generasi milenial kurang berminat untuk bekerja di sektor pertanian. Padahal, salah satu syarat untuk menerapkan pertanian modern yang menggunakan teknologi menyasar pada kualitas sumber daya manusia pertanian.
Aplikasi Pembangunan Infrastruktur Teknologi Energi Terbarukan dalam Pertanian Modern
Pembangunan infrastruktur teknologi energi terbarukan dalam pertanian modern melibatkan penerapan beragam solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi pertanian. Salah satu aplikasinya adalah penerapan pertanian vertikal atau yang termasuk dalam software agriculture. Selain itu, penggunaan sensor dan sistem IoT (Internet of Things) membantu dalam pengelolaan tanaman dengan lebih efisien, memantau kondisi lingkungan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Penerapan Software Agriculture
Tujuan dari penerapan software agriculture adalah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam praktik pertanian. Melalui pemantauan tanaman secara real-time, analisis data yang akurat, dan pemberian rekomendasi berdasarkan kondisi lingkungan dan tanaman, software agriculture memungkinkan petani untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan ruang terbatas, pertanian vertikal memungkinkan produksi tanaman secara lokal, efisien, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi di Indonesia.
Software Agriculture dan Sustainable Development Goals
Sebagai kebutuhan pokok manusia sehari-hari, makanan menjadi hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, peran sektor pertanian sangatlah vital dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Dalam proses produktivitas pertanian, terdapat berbagai tantangan dan hambatan yang kian memperburuk sektor pertanian Indonesia. Pada tahun 2020, perkiraan jumlah penduduk meningkat dari 271,1 juta orang menjadi 305,6 juta orang pada tahun 2035 (Bappenas, BPS, dan UNPF, 2013). Terkait sumber daya alam dan lingkungan, degradasi berat di Indonesia diperkirakan semakin luas karena meningkatnya lahan terlantar dan penurunan produktivitas lahan kering (Pasandaran 2020). Menghadapi kondisi ini, diperlukan usaha mendalam untuk menajamkan konsep dan menganalisis pembangunan usaha pertanian dengan prinsip keberlanjutan dan modernisasi.
Dengan proses dan hasil produktivitas pertanian yang stagnan atau terhambat, dapat mengancam kesejahteraan masyarakat secara langsung. Ketersediaan pangan yang terganggu dapat menyebabkan kelaparan, malnutrisi, dan kemiskinan, yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penanganan krisis dalam sektor pertanian menjadi suatu keharusan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Software agriculture bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, Software agriculture mendukung Sustainable Development Goals khususnya pada poin ke-1, yaitu "Pemberantasan Kemiskinan", dengan memberikan akses yang lebih baik kepada petani terhadap teknologi dan informasi pertanian. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, Software Agriculture dapat turut serta menjaga keberlanjutan pertanian dan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat petani secara keseluruhan.
Penutup
Software agriculture merupakan sarana untuk memfasilitasi digitalisasi dan modernisasi dalam sektor pertanian. Software agriculture melibatkan masyarakat dalam melaksanakan program ini dengan memberikan akses dan pelatihan tentang penggunaan teknologi ini kepada petani dan pemangku kepentingan terkait. Tujuan dari software agriculture adalah untuk meminimalisasi pemborosan sumber daya, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan demikian, software agriculture berkomitmen untuk mencapai Sustainable Development Goals pada poin ke-1.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.