Sepeda listrik bukan lagi barang yang langka bagi masyarakat ekonomi menengah dan ke atas. Kendaraan ini juga cukup bersih lantaran tidak menggunakan bahan bakar minyak dan biasanya digunakan dalam perjalanan jarak tempuh yang dekat. Hal ini cukup mempengaruhi sedikit kebiasaan masyarakat dalam penggunaan kendaraan untuk bertransportasi dalam radius sekitar 1 km. Perjalanan ini biasanya dilakukan untuk mengakses warung atau minimarket, ke rumah tetangga, toko sekitar rumah, maupun ke lokasi tujuan lain dalam jarak dekat.
Penggunaan sepeda listrik bisa dianggap sebagai salah satu bentuk tindakan yang peduli terhadap lingkungan, karena dapat mengalihkan penggunaan kendaraan bermotor menuju kendaraan listrik walaupun dalam skala yang sangat kecil. Seperti yang sudah kita ketahui, kendaraan bermotor menghasilkan salah satu polusi udara dan penyebab pemanasan global. Namun langkah kecil ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu batu dasar atas pengembangan tindakan-tindakan lain yang lebih besar.
Baca juga : Gibran Apresiasi Sholat Idul Fitri di Balai Kota Surakarta Berjalan lancar
Meskipun demikian, sayangnya listrik yang digunakan dalam kendaraan ini masih didapatkan dengan cara lama, yaitu pembakaran batu bara dan masih sedikit yang menggunakan sumber energi baru dan terbarukan. Hal ini menyebabkan penggunaan sepeda listrik hanya mengurangi emisi karbon sekitar setengah dari yang diharapkan. Selain itu kebutuhan listrik menjadi lebih tinggi dari biasanya akibat penggunaan kendaraan listrik ini karena alat transportasi sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi masyarakat.
Salah satu bagian masyarakat yang berkemungkinan membutuhkan sepeda listrik ini adalah civitas akademika di perguruan tinggi. Mereka dapat mengakses setiap gedung kelas maupun gedung-gedung lain hingga bangunan antar fakultas dengan sepeda listrik ini. Sistem yang digunakan adalah Bike Sharing System, yaitu sistem yang menerapkan konsep pinjaman dengan penyediaan di stasiun atau Shelter sehingga siapapun yang memiliki akses dapat menggunakan sepeda listrik dalam jangkauan tertentu dan dikembalikan pada stasiun terdekat setelah digunakan.
Baca juga : Menteri Sandi: Kawasan Sekupang Batam Prospektif untuk Investasi dan Wisata Kreatif
Dengan adanya sinar matahari sepanjang tahun di Indonesia sebagai negara tropis, kita dapat memanfaatkan sinar tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya terutama untuk sepeda listrik ini. Pembangkit listrik tenaga surya dapat diaplikasikan pada atap stasiun sehingga sepeda listrik dapat melakukan pengisian energi selama terparkir di stasiun di bawah pengawasan petugas. Maka proses pengurangan emisi karbon melalui sepeda listrik ini dapat dikatakan bekerja dengan bersih sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan, mulai dari sumber energi maupun hasil samping dari energi yang telah digunakan.
Keberadaan stasiun sepeda listrik ini dapat menghemat pengeluaran civitas akademika terutama mahasiswa dalam kebutuhan transportasi. Proses pembangunan stasiun dan produksi sepeda listrik memang cukup memakan biaya yang tidak sedikit, kemudian masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar proses penggunaan dapat berjalan dengan baik. Masih banyak aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari membentuk kebiasaan bersepeda, dampak dari pengalihan kendaraan, jaminan keamanan, regulasi dari pihak yang berkepentingan, dan lain-lain.
Baca juga : Jelajahi Spiritualitas dan Keindahan Turki dengan Paket Umrah Plus Turki Rawda Travel
Namun keberadaannya lebih bermanfaat dalam jangka waktu panjang dalam memulai salah satu tindakan nyata bentuk kepedulian masyarakat di kawasan perguruan tinggi atas lingkungan sekitarnya. Sepeda listrik dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas sekitar kampus karena tidak dapat digunakan dalam kecepatan tinggi seperti kendaraan bermotor pada umumnya. Sepeda listrik juga dapat menciptakan kembali kebiasaan berolahraga bagi civitas akademika yaitu bersepeda disamping kegiatan yang padat dari perguruan tinggi.
Pembangunan stasiun dan produksi sepeda listrik berarti membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitar terutama dosen dan tenaga pendidik serta alumni yang sudah ahli di bidangnya. Hal ini juga membutuhkan kemampuan dalam mencapai manajemen tim yang sukses untuk mewujudkan salah satu tindakan peduli lingkungan ini. Oleh karena itu, kita juga harus memastikan tiap-tiap civitas akademika yang berkepentingan dan yang berpotensi dapat bekerja sama dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi melalui transportasi baru yang bersih.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.