BREAKING NEWS
 

PLN EPI Perkuat Kerja Sama Biomassa Batang Singkong Dan Karet di Lampung

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 18 Mei 2024 06:04 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Rindang Asia Energi (RAE), di Lampung, Kamis (16/5/2024).

Kerja sama ini merupakan bentuk upaya PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa kerakyatan guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Penandatangan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko bersama Direktur Utama PT RAE Husni Thamrin.

Baca juga : Gandeng Kantor Dagang Dan Ekonomi, BRI Perkuat Kerja Sama Layanan Penyetoran PNBP Di Taipei

Nota Kesepahaman ini juga mencakup sinergi penyediaan biomassa ke PLTU di luar wilayah Lampung melalui moda transportasi darat dan laut.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, Nota Kesepahaman tersebut adalah untuk memperbesar skala sinergi dalam pengembangan ekosistem, bisnis, teknologi, pengelolaan, pemasaran dan pemanfaatan biomassa/bioenergi dengan mengoptimalkan limbah/residu pertanian, perkebunan, kehutanan.

"Saat ini sedang dilakukan pilot project pengolahan limbah batang singkong menjadi biomassa serbuk untuk co firing PLTU, dengan kerja sama ini akan diperluas lagi" kata Iwan dalam keterangan resmi PLN EPI, Jumat (17/5/2024).

Baca juga : Dubes RI Iwan Bogananta Perkuat Kerja Sama Cetak Ribuan TKI Ke Albania

Iwan menyatakan komitmen PLN EPI untuk memberikan kontribusi lebih pada lingkungan, sosial, dan ekonomi nasional, bukan hanya sekadar mematuhi regulasi.

Untuk mewujudkannya, mereka membangun rantai pasok biomassa yang akan mengurangi emisi gas rumah kaca dari awal hingga akhir rantai pasok biomassa.

Adsense

"Dengan memanfaatkan residu dan limbah pertanian perkebunan, maka akan terjadi pengurangan emisi yang berasal dari limbah/residu pertanian perkebunan yang membusuk karena ditimbun atau dibakar, di hilir akan mengurangi emisi PLTU karena substitusi sebagian batubara ke biomassa," kata Iwan.

Baca juga : Menko Hadi Bahas Kerja Sama Keamanan & Penanggulangan Teroris Dengan Turki

Selain itu, dalam membangun ekosistem biomassa diperlukan keterlibatan masyarakat dengan melakukan pembibitan dan penanaman tanaman multifungsi di lahan kritis dan marginal.

Hal ini akan meningkatkan penyerapan karbon oleh tanah dan tanaman.

"Pelibatan masyarakat tani untuk penanaman tanaman pakan ternak di lahan marginal telah berjalan di beberapa lokasi seperti di Gunung Kidul, Cilacap, Tasikmalaya, Pulau Kundur di Kepri, dan wilayah lainnya,” imbuhnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense