BREAKING NEWS
 

Gelar Entredev 2024, Kemenkop UKM Komit Kembangkan Kewirausahaan Tanah Air

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 14 Juni 2024 20:25 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggelar grand opening program Entrepreneur Development (Entredev) 2024, sebagai upaya mengakselerasi pengembangan kewirausahaan di Indonesia.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah mengatakan, program Entredev 2024 ini memfasilitasi para pelaku usaha agar memiliki tata kelola bisnis yang baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan pengembangan usahanya secara lebih cepat.

Melalui pendamping sebagai enabler, peserta Entredev akan difasilitasi untuk mempraktikkan tata kelola bisnis wirausaha melalui kegiatan konsultasi bisnis dan pendampingan usaha.

Metode konsultasi dan pendampingan dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan untuk membantu wirausaha dalam mengembangkan usahanya.

"Entredev ini menjadi entry gate bagi wirausaha untuk bertumbuh,” kata Siti Azizah dalam sambutannya pada Grand Opening Program Entredev di Bali, Jumat (14/6/2024).

Entredev 2024 fokus pada sektor health, beauty, and wellness, agrikultur serta teknologi yang diikuti oleh 2.300 peserta yang tersebar di 33 Propinsi di Indonesia.

Baca juga : HUT Ke-52, Hipmi Usul Presiden Canangkan Hari Kewirausahaan Nasional

Peserta Entredev ini terdiri dari sektor teknologi 500 peserta, agrikultur 1.000 peserta dan sektor health, beauty and wellness 800 peserta.

"Kita harap dari 2.300 peserta yang terpilih ini adalah wirausaha inovatif pencipta lapangan kerja. Sebab untuk menjadi negara maju kita butuh minimal 4 persen rasio wirausaha dimana saat ini kita masih tertinggal dengan negara-negara tetangga," jelasnya.

Belajar dari program Entredev 2023, program ini telah membantu memperbaiki model bisnis peserta mulai segmentasi pasar, peningkatan omzet per bulan hingga 30-40 persen, akses pada pasar premium dan kesadaran dalam SDGs dengan traceability asal produknya.

Selain itu telah terjalin beberapa kolaborasi dengan stakeholder terkait dalam perluasan pasar, e-marketing, pengembangan produk, dan legalitas perizinan.

Adsense

Peserta Entredev 2024 ditetapkan berdasarkan hasil asesmen dengan proses penyaringan yang berdasarkan performansi bisnis dan penguasaan dasar praktik bisnis.

Sosialisasi/open call program Entredev 2024 telah dilaksanakan pada 6 Februari-22 Maret 2024 dengan pendaftar lebih dari 4.000 dari 34 Provinsi.

Baca juga : Jelang 6 Juni 2024, Tempe Diresmikan UNESCO Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Adapun tahapan kegiatan Entredev 2024 meliputi case session dan pendampingan online, growth sprint untuk mencapai target pertumbuhan jangka pendek, stakeholder meetup, dan collaborative engagement untuk membantu akselerasi usaha wirausaha.

"Entredev tahun ini memasuki tahun ketiga. Dari hasil evaluasi dan pengembangan Entredev 2023, kebaruan tahun ini adalah para stakeholder telah dilibatkan sejak tahap pencapaian target jangka pendek (growth sprint), diharapkan kebutuhan para peserta teridentifikasi lebih awal," kata Siti Azizah.

Sebagai salah satu komitmen kolaborasi, Deputi Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN (Badan Standarisasi Nasional) Zakiyah mengatakan, siap mendukung peserta Entredev 2024.

“Untuk dapat mengakuisisi pasar dalam maupun luar negeri dibutuhkan standarisasi, BSN siap memberikan pembinaan khususnya dalam pemenuhan dan penerapan SNI,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Ekadina mengapresiasi Kemenkop UKM yang konsisten mengadakan program pendampingan kewirausahaan secara berkelanjutan.

Wayan mengaku, program Entredev 2024 ini dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha khususnya di Bali untuk dapat tumbuh berkembang lebih cepat dan tangguh.

Baca juga : Eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq Bebas Bersyarat

Direktur Pengembangan UKM dan Koperasi Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Mahatmi Parwitasari Saronto menambahkan, dalam jangka panjang pemerintah ingin meningkatkan rasio kewirausahaan ke level 8 persen di tahun 2045.

Saat ini pencapaian rasio kewirausahaan nasional baru sekitar 3,04 persen sehingga dibutuhkan tambahan sekitar 5 persen. Untuk itu, kata Mahatmi, melalui program Entredev 2024 ini diharapkan menjadi salah satu wujud kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan jumlah wirausaha nasional yang tangguh.

Meski tidak mudah, namun Mahatmi optimistis dengan sinergi dan kolaborasi target tersebut dapat tercapai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense