BREAKING NEWS
 

Di Tengah Gempuran Dolar AS Dan Pelemahan Daya Beli

Menperin Konsisten Genjot TPT Berdaya Saing Global

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 6 Juli 2024 07:05 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya menggenjot kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Kondisi ini terjadi di tengah gempuran pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan pelemahan daya beli masyarakat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, meski industri TPT sedang menghadapi tantangan, semua pihak di industri ini tidak boleh pesi­mistis.

Agus menegaskan, Kemen­terian Perindustrian (Kemen­perin) konsisten menjalankan kebijakan strategis dalam upaya pengembangan industri TPT nasional agar berdaya saing global.

Baca juga : Tarif Listrik Nggak Naik, UMKM Happy

“Dalam peta jalan dan kebi­jakan industri nasional, industri TPT merupakan sektor yang mendapat prioritas pengem­bangan karena memberikan kontribusi besar terhadap per­ekonomian Indonesia,” kata Agus dalam keterangan resmi Kemenperin, Jumat (5/7/2024).

Dijelaskan politisi Partai Golkar itu, pada triwulan I-2024, industri TPT mampu menyumbang 5,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor manufaktur, serta memberikan andil terhadap ekspor nasional sebesar 11,6 miliar dolar AS dengan surplus 3,2 miliar dolar AS.

Industri TPT juga menjadi sektor padat karya yang mampu menyerap lebih dari 3,98 juta tenaga kerja.

Baca juga : Rumah Barokah Palmerah Jadi Contoh Hunian Sehat

“Industri TPT sukses mem­berikan kontribusi sebesar 19,47 persen terhadap total tenaga kerja di sektor manufaktur pada 2023,” ujar Agus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Masrokhan menambahkan, sebagai sektor padat karya, industri TPT membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar dan memi­liki kompetensi sesuai kebu­tuhan.

Karena itu, Kemenperin me­lalui BPSDMI yang menaungi Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, fokus menyelenggara­kan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3in1 untuk memenuhi kebutuhan industri TPT.

Adsense

Baca juga : Belanda Vs Turki, The Orange Bertekad Hapus Sejarah Buruk

“Diklat 3in1 dilaksanakan dengan menjalin kerja sama antara Pemerintah dengan industri. Contohnya adalah BDI Jakarta yang berkolaborasi dengan PT Globalindo Intimates,” ungkap Masrokhan.

Melalui diklat ini, para peserta dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan mampu mengisi peluang kerja di industri TPT.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense