Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Eksklusif Dengan Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi
Stok Beras Aman, Harga Terjangkau
RM.id Rakyat Merdeka - Kemarau panjang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus, dan berlangsung hingga akhir tahun. Masyarakat tak perlu khawatir dengan stok dan harga beras di pasaran. Ketersediaannya terjaga. Pemerintah juga berusaha mempertahankan harga beras agar tetap terjangkau masyarakat. Demikian intisari dari wawancara Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi dengan Rakyat Merdeka, Rabu (3/7/2024).
Kami optimis bisa mencapai target menyerap 1 juta ton beras petani di tahun ini. Pemerintah juga sedang menjalankan program pompanisasi untuk mendukung produksi pertanian pada musim tanam nanti,” kata Bayu di kantornya. Dari Rakyat Merdeka hadir Kiki Iswara Darmayana (Direktur Utama/CEO Rakyat Merdeka Group), Ratna Susilowati (Direktur Pemberitaan), Firsty Hestyarini (Pemimpin Redaksi RM Digital), Bambang Trismawan dan Khairizal Anwar.
Bayu menjelaskan langkah-langkah strategis Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan beras. Di saat banyak negara, menahan produksinya untuk kebutuhan sendiri. Berikut ini kutipannya.
Baca juga : Hacker PDN Baik Hati, Tapi Ngancam...
Saat ini mulai terjadi kekeringan di sejumlah wilayah. Bagaimana upaya Bulog memastikan pasokan beras nasional tetap terjaga baik?
Bulog menggunakan berbagai strategi untuk memastikan pasokan beras tetap stabil. Masa panen kemarin sangat singkat, hanya sekitar 2 hingga 3 bulan. Bulan Juni sudah tak ada panen. Tapi, pengadaan saat ini lebih efisien berkat adanya kerja sama dengan penggilingan. Bulog menyerap berbagai jenis beras petani. Termasuk beras pecah kulit dari penggilingan kecil, serta jenis lain yang sesuai dengan standar kualitas Bulog. Mulai tahun ini, Bulog juga mengimplementasikan program bernama Mitra Tani, yaitu kerja sama langsung dengan petani untuk menjaga produksi beras. (Luas lahan yang ikut dalam kerjasama ini mencapai 250 ribu hektar).
Berapa stok beras petani yang berhasil diserap Bulog saat ini?
Baca juga : Peta Pertarungan Di Jabar, Emil Tak Terkejar
Hingga akhir Juni, Bulog menyerap sekitar 800 ribu ton beras. Target tahun ini adalah 1 juta ton meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan kualitas produksi dan dampak kekeringan. Kami optimistis dapat mencapai target ini. Pemerintah juga sedang menjalankan program pompanisasi untuk mendukung produksi pada musim tanam kedua.
Apakah ada strategi lain?
Beberapa provinsi mengalami peningkatan produksi, seperti Sumatera Selatan dan NTB. Sementara Sulawesi Selatan mengalami penurunan. Kalimantan Tengah, produksi cukup sukses. Namun, karena tidak ada sentra produksi besar di sana, penyerapannya tidak banyak. Jadi, target Bulog bisa menyerap 1 juta ton itu, bisa dipenuhi. Insyaallah.
Baca juga : Wapres Dukung Rencana Dibentuknya Satgas PPDB
Bagaimana dengan harga gabah dan apa kesulitan yang dihadapi Bulog dalam menyerap gabah petani?
Harga gabah Januari hingga Maret, mengalami kenaikan dan tidak sesuai dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) karena kondisi kekeringan. Ini membuat Bulog kesulitan melakukan pembelian. Dan efeknya mempengaruhi harga beras di pasar. Namun, setelah panen harga gabah mulai turun. Tapi tidak ke titik semula. Tetap lebih tinggi dari sebelumnya. Karenanya, Pemerintah menaikkan HPP menjadi Rp 6.000, agar Bulog bisa melakukan pembelian.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.