Dark/Light Mode

Dominasi Konservatif Berakhir, Partai Buruh Berkuasa

Keir Starmer Jadi PM Inggris

Sabtu, 6 Juli 2024 06:20 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masa kejayaan Partai Konservatif berakhir. Mayoritas rakyat Inggris memilih Partai Buruh dalam Pemilu, Kamis (4/7/2024). Alhasil, Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer ditunjuk sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris menggantikan Rishi Sunak yang menjabat sejak 25 Oktober 2022.

Partai Buruh berhasil menang telak dengan mendapatkan 410 dari 650 kursi di parlemen.

Sementara Partai Konservatif hanya bisa meraih 131 kursi. Ini merupakan hasil perolehan kursi parlemen terburuk kubu Tory, sebutan Partai Konservatif, sejak 1935.

Baca juga : SYL Ungkit Pernah Dapat Penghargaan Dari KPK

Starmer mengatakan, keme­nangan Partai Buruh merupakan keinginan rakyat Inggris yang ingin perubahan.

“Perubahan akan dimulai sekarang. Karena ini adalah demokrasi dan Anda yang memutuskan masa depan Anda. Kami akan mewujudkannya,” tegas Starmer yang pernah menjadi pengacara kasus Hak Asasi Ma­nusia di platform media sosial X miliknya.

Starmer juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan rakyat kepada partainya.

Baca juga : Mantan Pacar Menghamili LC

“Kepada semua orang yang telah berkampanye untuk Partai Buruh dalam Pemilu, kepada semua orang yang memilih kami dan menaruh kepercayaan ke­pada Partai Buruh, saya mengu­capkan terima kasih,” ucapnya.

Menurut analis kelompok penelitian London U.K. in a Changing Europe, Jill Rutter, parapemilih menghukum Partai Konservatif dalam Pemilu. Pasalnya semasa pemerintahan dipegang PM Konservatif, Inggris mengalami krisis biaya hidup, ketidakstabilan ekonomi, serta pertikaian politik internal selama bertahun-tahun.

Ketidakstbilan di tubuh Kon­servatif juga telah menyebabkan Inggris mengganti PMsebanyak lima kali dalam kurun delapan tahun sejak pemungutan suara Brexit (British Exit, Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa) pada 2016.

Baca juga : Duet Anies-Andika, Puan Bilang Menarik

Starmer telah memimpin perubahan yang luar biasa bagi Partai Buruh, dengan meman­faatkan kegagalan tiga PM Konservatif.

“Bagi kebanyakan orang, dia (Starmer) akan sangat membosankan dalam hal prinsip dan disiplin kerjanya,” ujar Rutter diku­tip Reuters, Jumat (5/7/2024).

Hasil Pemilu ini menunjuk­kan sikap memilih masyarakat Inggrisberbeda dengan fenomenadi negara Eropa Barat lain yang cenderung pada penguatan konservatisme dan nasionalisme ekstrem.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.