Dark/Light Mode

Sebelumnya Kumuh, Kini Layak Huni

Rumah Barokah Palmerah Jadi Contoh Hunian Sehat

Sabtu, 6 Juli 2024 06:50 WIB
Pen­jabat Gubernur DKI Jakarta Pak Heru Budi Hartono (tengah) saat meninjau bedah rumah pada sejumlah bangunan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: IG kotajakartabarat)
Pen­jabat Gubernur DKI Jakarta Pak Heru Budi Hartono (tengah) saat meninjau bedah rumah pada sejumlah bangunan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: IG kotajakartabarat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sembilan Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Rukun Tetangga (RT) 13, Kelurahan Pelmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, merasa senang dan bersyukur karena bisa menempati unit Rumah Barokah Palmerah.

Rumah Barokah Palmerah dibangun di atas lahan 90 meter persegi, serta menjadi model penataan kawasan permukiman yang berlandaskan skema kota berkelanjutan dengan hunian vertikal empat lantai.

Ada sembilan unit hunian dilengkapi sarana dan prasarana pendukung sesuai standar hunian layak. Baik dari segi ketahanan bangunan, sirkulasi udara, penca­hayaan, sanitasi, maupun jaminan legalitas kepemilikan tanah yang sah bagi pemilik hunian.

Rumah Barokah Palmerah dibangun berkat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Yayasan Budha Tzu Chi.

Baca juga : Belanda Vs Turki, The Orange Bertekad Hapus Sejarah Buruk

Murpiah (58), warga RT 13 Palmerah bersyukur setelah pu­luhan tahun tinggal di rumah tua, saat ini telah direnovasi menjadi Rumah Barokah Palmerah.

“Alhamdulilah, sejak kecil sudah tinggal di rumah dalam gang, tapi sudah berubah men­jadi Rumah Barokah. Rumah baru yang saya tempati ini sangat layak dihuni,” tutur Mur­piah, Rabu (3/7/2024).

Dia menceritakan kehidupan­nya sejak kecil hingga puluhan tahun lamanya tinggal di rumah kecil yang tidak memiliki kamar mandi. Tapi, kini berubah men­jadi rumah bagus dan memiliki sertipikat tanah.

“Saya tidak bisa berkata-kata. Rumah baru di lantai dua yang saya tempati bersama anak dan suami saat ini bagus dilengkapi fasilitas dapur dengan was­tafel dan kamar mandi di dalam­nya,” tuturnya.

Baca juga : Tersingkir, Murray Mewek

Murpiah berharap, program pembangunan rumah vertikal yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersinergi dengan stakeholder terkait terus dilanjutkan untuk membantu warga yang tidak mampu merenovasi rumah.

“Rumah Barokah Palmerah mengubah kehidupan sembilan Kepala Keluarga (KK) dari semula tinggal di lingkungan kumuh dan tidak sehat, kini menjadi lebih tertata dan layak huni,” tuturnya.

Kartiyo (58), warga Rumah Barokah Palmerah juga mengaku senang melihat rumah yang telah dihuni sejak kecil kini berubah menjadi Rumah Baro­kah Palmerah yang kondisinya lebih layak huni.

“Alhamdulilah, kehidupan berubah 180 derajat dari bawah terangkat setelah tinggal di Rumah Barokah Palmerah ini. Saya tidak menyangka rumah kecil yang dahulu dihuni berada di gang sempit setelah direnova­si menjadi rumah megah, bersih dan nyaman,” tuturnya.

Baca juga : Duet Anies-Andika, Puan Bilang Menarik

Dia mengatakan, unit hunian di Rumah Barokah Palmerah juga dilengkapi peralatan rumah tangga, di antaranya tempat tidur, rice cooker, kompor gas dan alat kebersihan.

“Saya bersyukur dan mengu­capkan terima kasih kepada Pen­jabat Gubernur DKI Jakarta Pak Heru Budi Hartono yang telah menggagas program Rumah Barokah Palmerah yang sangat bagus. Saya berharap program serupa bisa terus dilanjutkan untuk mengangkat harkat warga Jakarta,” harapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.