BREAKING NEWS
 

Dibayangi NPL Dan Likuiditas

OJK Pastikan Sektor Keuangan Tetap Solid

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 10 Juli 2024 07:02 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.

 Sebelumnya 
Selanjutnya, Loan at Risk (LaR) mengalami penurunan 10,75 persen pada Mei 2024, dari sebelumnya April 2024 di level 11,04 persen dan Mei 2023 mencapai 13,38 persen.

Sementara NPL gross untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Mei 2024 stabil 4,27 persen. Angka sebelumnya 4,26 persen.

“Ini sejalan dengan penurunan LaR UMKM sebesar 13,83 persen dibanding April sebesar 14,29 persen,” jelasnya.

“OJK mencatat, penyaluran kredit yang signifikan itu melan­jutkan pertumbuhan kredit sejak periode sebelumnya searah dengan target pertumbuhan 2024,” ucap Dian.

Baca juga : KJP Gelombang 2 Kapan Cairnya Nih?

Likuiditas bank pada Mei 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK), masing-masing sebesar 114,58 persen dan 25,78 persen. Atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

“Kondisi likuiditas perbankan nasional tergolong baik di tengah likuiditas global yang cukup ketat, seiring kebijakan Bank Sen­tral AS yang maish mempertahankan higher for longer,” ujarnya.

Terpisah, pengamat perbankan dan mantan Assistant Vice President BNI Paul Sutaryono berpendapat, kendati secara keseluruhan kinerja perbankan masih yahud, tapi tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Yakni penurunan kinerja perbankan yang disebabkan oleh kenaikan NPL pada Mei 2024 menjadi 2,34 persen, dari April 2024 sebesar 2,33 persen.

“Ketika NPL naik, bank harus membentuk cadangan yang lebih tinggi sesuai dengan kolektibili­tas kredit masing-masing,” ujar Paul kepada Rakyat Merdeka, Selasa (9/7/2024).

Baca juga : Der Oranye Ngebet Akhiri Puasa Gelar

Dia menduga, meningkat­nya NPL karena berakhirnya program restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 akhir Maret 2024. Sebab, tidak semua seg­men sudah siap ketika restruk­turisasi kredit dicabut.

“Segmen kredit seperti UMKM yang belum sehat 100 persen memberikan kontribusi signifikan dalam kenaikan NPL,” ujarnya.

Paul bilang, perbankan perlu memperkuat CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) un­tuk mengantisipasi berakhirnya restrukturisasi Covid-19, dan menurunnya kualitas kredit. Karena otomatis menggerus perolehan laba.

Lalu, jika ada CKPN yang tersisa atau tidak digunakan pada akhir tahun buku, maka dapat diubah menjadi pendapatan lain-lain. Ini bertujuan mengangkat laba, sehingga lebih gendut pada akhir tahun. DWI

Baca juga : Rybakina Atasi Kalinskaya

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 10 Juli 2024 dengan judul "Dibayangi NPL Dan Likuiditas OJK Pastikan Sektor Keuangan Tetap Solid"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense