BREAKING NEWS
 

Gandeng Bulog, Pupuk Indonesia Serap Hasil Panen Petani Makmur

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 10 Juli 2024 13:09 WIB
Pupuk Indonesia mendorong kesejahteraan petani, dengan memperkuat kerja sama program Makmur bersama Perum Bulog sebagai offtaker. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong kesejahteraan petani, dengan memperkuat kerja sama program Makmur bersama Perusahaan Umum (Perum) Bulog sebagai offtaker.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi bersama Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, sejak diluncurkan pada tahun 2021, program Makmur telah berperan penting dalam mendukung kesejahteraan petani dengan meningkatkan produktivitas pertanian lewat pendampingan dan agro input yang berkualitas.

“Program Makmur hadir memberikan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan," ujar Rahmad, melalui siaran pers, Rabu (10/7/2024).

Menurut Rahmad, program ini memiliki potensi yang cukup besar, dengan luasan yang sudah hampir mencapai 300.000 hektare (Ha), dengan 100.180,44 ha untuk tanaman padi.

Selain itu, program Makmur menghadirkan ekosistem pertanian komprehensif dari tahapan hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm dengan melibatkan banyak stakeholder, mulai dari perbankan, lembaga asuransi, penyedia agro input, hingga offtaker.

Baca juga : Perluas Lahan Lumbung Pangan, Amran Optimistis Indonesia Swasembada Pangan Lagi

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, melalui program Makmur, perseroan mendorong optimalisasi produktivitas petani baik dengan upaya pendampingan intensif, serta edukasi penggunaan pupuk nonsubsidi agar hasil panen tetap maksimal.

Selain itu, pupuk nonsubsidi yang digunakan dalam program Makmur adalah pupuk komersial yang sudah teruji mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Program ini sekaligus menjadi edukasi penggunaan agro input alternatif selain pupuk subsidi.

Selama periode Januari hingga Juni 2024, kata Rahmad, program Makmur telah diaplikasikan secara nasional dan berhasil mencatatkan realisasi seluas 295.904 ha lahan dengan jumlah petani binaan sebanyak 120.320 orang.

Adsense

Pelaksanaan program Makmur juga telah diimplementasikan untuk berbagai jenis komoditas pangan.

"Program ini telah mencatat peningkatan produktivitas petani padi sebesar 14 persen, rata-rata produktivitas meningkat dari 5,7 ton per ha menjadi 6,5 ton per ha," katanya.

Baca juga : Gandeng Perumda Pasar Jaya, Bank DKI Siapkan 1.000 Paket Sembako Bahan Pangan Murah

Tak hanya itu, produktivitas tanaman jagung juga meningkat sebesar 23 persen, dari 4,7 ton per ha menjadi 5,8 ton per ha.

Lalu, produktivitas tanaman tebu turut naik sebesar 3 persen dari 66,2 ton per ha menjadi 68 ton per ha dan produktivitas tanaman kelapa sawit meningkat 7 persen dari semula 22,84 ton per ha menjadi 24,44 ton per ha.

“Sebagaimana kita ketahui, kontribusi pupuk pada produktivitas pangan mencapai 62 persen. Maka, program Makmur akan mengisi kekurangan dari produktivitas yang tidak bisa dipenuhi dari pupuk subsidi," harapnya.

Untuk itu, melalui kerja sama ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem  closed loop di sektor pangan, antara BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pangan dengan pupuk.

Ramhad menambahkan, bentuk dukungan Pupuk Indonesia bagi para petani lewat program Makmur juga dihadirkan lewat pendampingan budidaya, seperti lewat edukasi petani untuk penggunaan pupuk yang berimbang, serta pengendalian hama.

Untuk memastikan produktivitas pertanian dari segi kualitas, persersoan juga menyediakan layanan mobil uji tanah guna memastikan kandungan hara tanah.

Baca juga : 108.571 Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air

Pengaplikasian pupuk dalam budidaya program Makmur lebih presisi atau sesuai kebutuhan tanaman. Lalu, rekomendasi pemupukan berimbang ini diharapkan dapat menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Rahmad menambahkan, sinergi BUMN antara Pupuk Indonesia dengan Perum Bulog akan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas padi nasional secara berkelanjutan, yang kemudian akan berdampak pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

“Lewat upaya ini, kami bersama Bulog bisa bekerja sama untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya untuk Pupuk Indonesia dan Bulog. Tetapi untuk pertanian dan bangsa Indonesia," pungkas Rahmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense