Sebelumnya
“Dengan demikian, terjadi pajak ganda. Padahal di negara lain, pajak dan bea tersebut tidak ada,” kritik Denon.
Denon juga mengatakan, sebagian besar biaya penerbangan terpengaruh langsung maupun tidak langsung dari kurs dolar AS. Dengan demikian, semakin kuat nilai dolar AS terhadap rupiah, maka biaya penerbangan akan ikut naik.
“Hal ini juga harus diantisipasi dan dicarikan jalan keluarnya bersama,” ujar Denon.
Baca juga : UMKM Bakal Makin Atraktif Jual Produk
Lebih lanjut, INACA menyoroti iklim usaha penerbangan yang saat ini tidak sehat. Hal ini dikarenakan masih ada monopoli dalam bisnis penerbangan, sehingga terjadi pengaturan harga oleh satu pihak dan tidak terjadi persaingan usaha yang sehat.
Antara lain monopoli penyedia avtur di bandara, monopoli pengelolaan bandara oleh Pemerintah baik melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Usaha Angkutan Udara Kementerian Perhubungan. Serta monopoli operasional penerbangan dari maskapai atau grup maskapai tertentu.
“Supaya tercipta iklim usaha dan persaingan yang sehat, monopoli harus diminimalisir atau dihilangkan. Contohnya, meminimalisir monopoli operasional penerbangan terkait pengelolaan slot penerbangan agar lebih baik,” jelas Denon.
Baca juga : Tolong, Kekerasan Ke Anak Dan Perempuan Masih Marak
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Pemerintah telah membentuk Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat.
Pembentukan Satgas ini sebagai upaya untuk menciptakan harga tiket pesawat yang lebih efisien di Indonesia.
“Rapat koordinasi telah digelar dan sudah disepakati ada sembilan langkah ke depan. Termasuk pembentukan Satgas untuk penurunan harga tiket pesawat,” ujar Sandiaga di Jakarta, Minggu (14/7/2024). NOV
Baca juga : Tiga Singa Siapkan Jurus Ampuh Dan Jitu
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 18 Juli 2024 dengan judul "Harapan INACA Kepada Satgas, Libas Monopoli Dan Turunin Dong Harga Tiket Pesawat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.