BREAKING NEWS
 

Akselerasi Transisi Energi

PLN Indonesia Power Dirikan Tempat Produksi Biomassa di Kota Medan

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 27 Juli 2024 19:25 WIB
PLS Manajer Administrasi PLN IP UBP Pangkalan Susu Hendri Aman Purba tengah menjelaskan kepada Unsur Pemerintah Kota Medan cara kerja mesin pencacah dan proses pembuatan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) di BBJP Plant yang berlokasi di TPA Terjun Kota Medan, Sumatera Utara. (Dok. PLN Indonesia Power)

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Indonesia Power (PLN IP) terus berupaya mengakselerasi transisi energi di Tanah Air dengan pemanfaatan biomassa sebagai energi primer Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Untuk mendukung keberlangsungan sumber energi tersebut, korporasi membangun fasilitas produksi Bahan Bakar Jumputan Padat atau BBJP Plant di Kota Medan melalui salah satu unitnya yaitu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Pangkalan Susu.

Hal ini juga sebagai upaya korporasi untuk membantu mengatasi masalah sampah di kota medan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, PLN IP terus melakukan inovasi untuk mengakselerasi transisi energi, salah satunya dengan menerapkan cofiring biomassa yang berasal dari sampah untuk dimanfaatkan sebagai energi primer PLTU.

Baca juga : Dukung Penyediaan Energi Di IKN, PGN Salurkan Gas Bumi Ke Hotel Nusantara

"Dengan penerapan cofiring maka PLN Indonesia Power dapat membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sektor kelistrikan, khususnya dari PLTU," kata Edwin.

Pembangunan fasilitas pilot project BBJP Plant yang berlokasi di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan ini dilakukan bersama Pemerintah Kota Medan.

Aset pilot project BBJP Plant Kota Medan pun diserahkan ke Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan.

Edwin mengungkapkan, fasilitas BBJP menghasilkan 16 ton per bulan yang berasal dari sampah kota Medan.

Baca juga : Aksi Nyata Menuju Nol Emisi Karbon, PLN EPI Maksimalkan Biomassa Melalui Co-Firing

BBJP yang dihasilkan kemudian dikirim ke PLTU Pangkalan Susu sebagai bahan campuran energi primer PLTU Pagkalan Susu.

Persentase campuran BBJP sebesar 3 persen dari Bahan Bakar yang digunakan setiap harinya oleh PLTU Pangkalan Susu.

Adsense

Nilai kalori BBJP yang dihasilkan sebesar 3400 KCal/Kg.

"Program Pilot Project BBJP ini alhamdulillah sudah terealisasi berkat dukungan beberapa pihak, terima kasih atas kerjasama dan sinergi selama ini," tambah Edwin.

Baca juga : Timezone Indonesia Berbagi Kebahagiaan Bersama Puluhan Anak Penyitas Kanker

Edwin menjelaskan PLTU Pangkalan Susu berkontribusi besar terhadap sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara melalui sistem transmisi 275 KV.

Kontribusi PLTU Pangkalan Susu sebesar 29 persen dari kebutuhan di sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

"PLTU ini menjadi backbone sistem kelistrikan di Sumatera khususnya di Sumatera Bagian Utara. Dengan peneyerapan BBJP ini maka PLN Indonesia Power dapat mengurangi konsumsi batu bara PLTU yang menjadi tulang punggung kelistrikan, serta membantu Pemerintah Daerah dalam mengurangi masalah sampah," tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense