Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aksi Nyata Menuju Nol Emisi Karbon, PLN EPI Maksimalkan Biomassa Melalui Co-Firing
Sabtu, 27 Juli 2024 06:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat rantai pasok biomassa sebagai salah satu langkah strategis mencapai Net Zero Emissions (NZE)/nol emisi karbon 2060.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Risiko, Tantangan, dan Mitigasi pada Tatanan Rantai Pasok dan Komponen Pembentuk Harga Batu Bara dan Biomassa serta Energi Baru Terbarukan (EBT) Lainnya,” di Padma Hotel, Semarang, Selasa (23/7).
Direktur Utama PT PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, menyatakan bahwa PLN EPI tengah mengimplementasikan program co firing, yaitu, substitusi batu bara dengan biomassa pada rasio tertentu.
Program ini merupakan langkah nyata menuju pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Baca juga : PLN EPI Olah Sampah Jadi Biomassa Co-firing PLTU
Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan biomassa. Pada tahun 2021, PLN Group telah menggunakan 250.000 metrik ton biomassa untuk co firing PLTU.
"Tahun 2022, jumlah ini naik menjadi 500.000 metrik ton, dan pada tahun 2023 mencapai lebih dari 1.000.000 metrik ton. Tahun ini, target kami adalah menyediakan 2,2 juta ton," kata Iwan dalam keterangan resmi PLN EPI, Jumat (26/7/2024).
Pemanfaatan biomassa untuk co-firing dan pengganti batubara mendapat dukungan dari Kementerian ESDM.
Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Edi Wibowo, menyampaikan bahwa Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa Sebagai Campuran Bahan Bakar Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap telah diterbitkan untuk memberikan payung hukum penggunaan biomassa.
Baca juga : PHE Kembangkan Bisnis Carbon Capture Storage
"Peraturan ini masih menunggu harmonisasi dengan Peraturan Menteri Keuangan yang sementara dalam proses untuk direvisi," tambahnya.
Kementerian Keuangan, juga memberikan dukungan penuh terhadap program co-firing.
Kepala Seksi Risiko Pinjaman pada BUMN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Hilman Qomarsono menyatakan bahwa Menteri Keuangan telah memberikan arahan untuk mendukung secara maksimal pengembangan ekosistem biomassa.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti menambahkan, bahwa co firing dan pemanfaatan biomassa turut meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan.
Baca juga : PLN EPI Laksanakan Srikandi Mengajar dan Peduli Pendidikan
"Ketersediaan biomassa yang cukup banyak, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber energi untuk program co firing dan menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.
Dalam diskusi ini, perwakilan dari PT Elektrika Konstruksi Nusantara Kalimantan Barat, Novariandi, menjelaskan bahwa pabriknya terus beroperasi dengan menyerap tenaga kerja lokal untuk mengolah tandan kosong kelapa sawit menjadi pelet tankos yang disuplai ke PLTU.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya