RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok literasi keuangan masyarakat, terutama bagi kelompok anak-anak dan pelajar, meningkat 3 persen per tahun. Langkah ini diyakini dapat mencegah mereka menjadi korban cyber crime.
Meningkat literasi keuangan pelajar merupakan salah satu sasaran prioritas Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Tujuannya agar pelajar dapat mengenal dan memahami produk, serta layanan jasa keuangan sejak dini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, OJK akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk memiliki program edukasi dan inklusi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Karenanya, OJK akan terus mendorong program-program literasi dan inklusi Industri Jasa Keuangan, yang menjangkau pelajar, serta anak-anak Indonesia.
“Saat ini 85,58 persen dari total pelajar Indonesia, atau jumlahnya 57 juta pelajar, telah memiliki rekening dengan besaran Rp 32,84 triliun,” kata Friderica dalam kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2024 bertajuk Edukasi Keuangan untuk Anak Indonesia, Menuju Indonesia Emas 2045 di Serang, Banten, Jumat (26/7/2024).
Baca juga : BPK Masih Menemukan Bansos Salah Sasaran
Kiki, sapaan Friderica, menjelaskan, dalam waktu dekat OJK akan meluncurkan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCAR), yang menargetkan peningkatan inklusi keuangan 3 persen setiap tahun.
Di kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan, Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli ini penting sebagai pengingat atas hak-hak anak, termasuk pendidikan keuangan.
“Dengan belajar keuangan, anak-anak bisa lebih waspada dan tidak mudah tertipu penjahat cyber (cyber crime), yang saat ini marak,” tegasnya.
Anggota Komisi XI DPR Marinus Gea pun mengapresiasi edukasi keuangan anak-anak yang dilakukan oleh OJK.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Pelajar harus senantiasa menabung untuk kepentingan masa depan,” ujarnya.
Baca juga : Tanpa Senior, Jepang Ciamik
Kebiasaan ini nantinya, kata Marinus, akan mendukung kemajuan anak-anak dalam mengelola keuangan mereka.
Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Banten Agus Setiawan menyampaikan harapannya, agar melalui pelaksanaan kegiatan ini segenap pelajar dapat digalakkan untuk membiasakan menabung sejak dini.
Sebagai bagian dari rangkaian edukasi keuangan, terdapat penyerahan simbolis produk keuangan kepada perwakilan pelajar, berupa 1.000 rekening Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) oleh Bank BJB dan Bank Banten dengan nominal @Rp 50.000.
Kegiatan edukasi tersebut terselenggara secara hybrid dengan jangkauan peserta sebanyak 1.500 orang. Terdiri dari 500 orang peserta hadir secara tatap muka, dan 1.000 orang hadir secara online.
Kegiatan tersebut juga digelar oleh Kantor OJK (KOJK) Daerah meliputi KOJK Provinsi Sumatera Utara, KOJK Provinsi Lampung, KOJK Provinsi Jambi, KOJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, KOJK Provinsi Kalimantan Barat, KOJK Provinsi Jawa Tengah, KOJK Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, KOJK Provinsi Malang.
Baca juga : Judoka Irak Dilarang Tanding
Selanjutnya, sebagai upaya untuk mengenalkan infrastruktur literasi dan inklusi keuangan, OJK turut menghadirkan Simolek Edutainment, mobil layanan PT Bank Pembangunan Daerah Banten dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.
Kehadiran fasilitas tersebut untuk memfasilitasi peserta edukasi, agar mengenal lebih dalam mengenai produk keuangan yang telah disampaikan oleh para narasumber pada sesi diskusi edukasi keuangan. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Mnggu, 28 Juli 2024 dengan judul "Patok Literasi Keuangan Naik 3 Persen OJK Gencar Cegah Korban Cyber Crime"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.