BREAKING NEWS
 

Target Investasi Rp 1.650 triliun, Baru Tercapai Rp 829,9 Triliun

Bahlil: Penerus Saya Tinggal Cari Sisanya

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 30 Juli 2024 07:00 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. Screenshot Youtube BKPM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada kuartal II-2024 sebesar Rp 428,4 triliun, tumbuh 22,5 persen secara year-on-year (yoy). Sementara untuk total capaian investasi sepanjang paruh pertama tahun ini tembus Rp 829,9 triliun atau naik 22,3 persen yoy.

Dengan capaian tersebut, sudah bisa menyerap sebanyak 1.225.042 tenaga kerja.

“Untuk target Rp 1.650 triliun tahun ini, kami sudah mencapai 50,3 persen. Jadi, siapa yang jadi penerus saya nanti, dia tinggal mencari 49,7 persen sisanya,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers real­isasi investasi yang disiarkan secara virtual, Senin (29/7/2024).

Baca juga : Dua Mobil Watermist Bakal Wara-wiri Di Jalan Protokol

Dijelaskan Bahlil, dari total Rp 829,9 triliun, investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp 421,7 triliun atau naik 16,1 persen yoy.

Sementara, investasi dari Pe­nanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 408,2 triliun atau naik 29,4 persen yoy.

Adsense

Untuk daerah tujuan, investasi yang masuk di Pulau Jawa sebesar Rp 413 triliun, sedangkan di luar Pulau Jawa Rp 416,2 triliun.

Baca juga : La Rojita Makin Pede Raih Emas

Pada kuartal II-2024, Investasi dari PMA mencapai Rp 217,3 triliun, sedangkan PMDN Rp 211 triliun.

“Investasi itu tersebar di Pulau Jawa sebesar Rp 213,2 triliun, luar Pulau Jawa Rp 215 triliun dan menyerap 677.623 tenaga kerja,” kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahli menjelaskan, Singapura masih menjadi negara dengan investasi terbanyak di In­donesia. Hingga semester I-2024, Singapura sudah berinvestasi 8,9 miliar dolar AS. Posisi kedua dan seterusnya ditempati China dengan investasi 3,9 miliar dolar AS, Hong Kong 3,8 miliar dolar AS, Amerika Serikat 2 miliar dolar AS dan Jepang 1,8 miliar dolar AS.

Baca juga : Fajri Ke Perempat Final, Rinov Dan Pitha Tersingkir

Dari subsektor realisasi in­vestasi, industri logam dasar, ba­rang bukan logam, bukan mesin dan peralatannya menempati posisi pertama dengan nilai Rp 122,2 triliun.

Disusul sektor transportasi, gu­dang dan telekomunikasi Rp 89,2 triliun, pertambangan Rp 87,9 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 62,9 triliun, dan jasa lainnya Rp 59,5 triliun. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 30 Juli 2024 dengan judul "Target Investasi Rp 1.650 triliun, Baru Tercapai Rp 829,9 Triliun, Bahlil: Penerus Saya Tinggal Cari Sisanya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense