RM.id Rakyat Merdeka - Gedung dua lantai di lingkungan Kantor Camat Sokobanah. Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terlihat mentereng. Tapi tidak norak. Bangunannya simpel, unik dan modern.
Gedung yang di depannya ada tulisan ‘Smart House’ berwarna hijau tosca ini tampak beda dengan gedung lain di wilayah Sampang.
Gedung atau Rumah Pintar ini wujud kepedulian Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petronas Indonesia.
Sesuai namanya, gedung ini untuk menunjang pendidikan masyarakat di Wilayah Kerja (WK) Ketapang, salah satu kecamatan di Sampang.
Gedung ini diresmikan pada 17 Juli 2024 dan dihadiri Pejabat (Pj) Bupati Sampang, Rudi Arifiyanto.
Selasa (30/7/2024), Rakyat Merdeka/RM.id berkesempatan mengunjungi Rumah Pintar ini.
Saat itu, di Rumah Pintar, di ruangan sebelah kanan, ada sekelompok anak usia Taman Kanak-kanak (TK). Mereka tengah belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung).
Duduk melingkar di atas lantai dilapisi matras berwarna-warni, anak-anak itu tampak ceria. Belajar sambil diselingi kegiatan menyanyi dan tepuk tangan.
Sedangkan di ruangan sebelah kanan, ada sekelompok ada usia sekolah dasar (SD). Mereka dibagi dalam beberapa kelompok. Ada yang belajar keterampilan yang dikombinasikan dengan sains.
Baca juga : SKK Migas Dan Pemprov DKI Jakarta Raih SAG Award 2024 Di San Diego, AS
Ada juga siswa-siswa yang sedang dilatih mewarnai gambar dengan perangkat komputer.
Beralih ke bagian atas, terdapat ruangan cukup luas. Ruangan ini difungsikan sebagai aula serbaguna. Lalu, ada mushola, tempat bermain balita dan perpustakaan mini.
Sedangkan di luar, bagian kiri gedung, ada playground yang dilengkapi sejumlah permainan. Seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, tubes dan sebagainya.
Vice President of Supply Chain Management (SCM) and Business Support Petronas Indonesia, Hendrayana E. Halim menuturkan, selain sebagai pusat pembelajaran, Rumah Pintar ini juga jadi wadah untuk stimulasi ekonomi daerah.
“Melalui beberapa program atau fasilitas seperti perpustakaan, lokakarya Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), serta program pemberdayaan perempuan,” kata Hendrayana.
Hendrayana menambahkan, konsep pembangunan gedung ini direncanakan pada 2020. Namun karena ada wabah pandemi Covid-19, konstruksinya baru dilakukan pada 2022.
Menurutnya Rumah Pintar ini dibangun di atas lahan seluas 400 meter persegi dan 30 persennya dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) khusus dengan arsitektur modern.
Baca juga : Bamsoet Luncurkan Mobil BAIC dan Jalin Kerja Sama Bangun Pabrik Perakitan di RI
Hendrayana bilang, pusat pembelajaran inovatif ini sejalan dengan visi Petronas yang ingin menciptakan dampak sosial yang positif untuk masyarakat di sekitar WK.
“Melalui program-program sosial yang berpijak pada tiga pilar utama, yakni powering knowledge, planting tomorrow and uplighting lives," ujar Hendrayana.
Pembangunan Rumah Pintar ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sampang.
Rumah Pintar ini juga memprioritaskan pembangunan yang ramah lingkungan.
“Semangat kami untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi semua. Menguatkan komitmen kami untuk menciptakan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” pungkas Hendrayana.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Nyimas Fauziah Rikani menuturkan, industri hulu migas berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan lingkungan.
Dengan menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berkelanjutan berdasarkan lima pilar.
Kelima pilar tersebut meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta lingkungan. Rumah Pintar ini merupakan pilar pendidikan.
“Ini merupakan salah satu bentuk multiplier effect dari keberadaan industri migas Indonesia. Kami berharap melalui PPM, keberadaan industri migas dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja,” kata Rikani.
SKK Migas, lanjut Rikani, terus mendorong dan memonitor agar program yang dilaksanakan KKKS memiliki sifat yang berkelanjutan.
Baca juga : Sudirman Said Mau Daftar Seleksi Capim KPK
“Sehingga ke depan masyarakat dapat mengelola program-program yang diinisiasi KKKS,” ucapnya.
Diungkap Rikani, pada 2024 terdapat 1.475 PPM yang akan dilaksanakan oleh industri hulu migas di seluruh Indonesia. Ribuan PPM itu bakal dinikmati lebih kurang 257.391 jiwa dengan alokasi anggaran sekitar Rp 525 miliar.
“Untuk di Jawa Timur, ada 281 PPM, termasuk program Petronas. Dengan total biaya Rp 85,5 miliar,” bebernya.
Pelaksana Harian Camat Sokobanah, Najjamuddin mengapresiasi pembangunan Rumah Pintar.
Najjamuddin menyebut, Rumah Pintar ini sangat dibutuhkan masyarakat Sampang. Fasilitas ini menjadi wadah pembelajaran dan literasi masyarakat yang menjadi salah satu program pemerintah setempat.
"Rumah Pintar ini benar-benar dirasakan masyarakat, warga sekitar sini mereka sampaikan terima kasih karena telah membangun Rumah Pintar," ucap Najjamuddin.
Selain Rumah Pintar, di WK Ketapang, Petronas bersama SKK Migas juga membangun Taman Merdeka Ketapang. Tidak hanya menjadi tempat rekreasi dan ruang interaksi.
Taman seluas 2.500 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Ketapang, Lebak, Ketapang Barat ini mendorong peningkatan ekonomi melalui kios-kios UMKM yang berjejer rapi di sekitar taman.
Lalu, pembangunan breakwater di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates. Pemecah ombak sepanjang 150 meter ini untuk memperbaiki jalur akses melaut para nelayan. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas para nelayan. Kedua pembangunan ini diresmikan pada 2022.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.