Dark/Light Mode

LKA ESDA Dukung Strategi SKK Migas Dan PetroChina Eksplorasi Besar-besaran

Kamis, 13 Juni 2024 17:44 WIB
LKA ESDA Dukung Strategi SKK Migas Dan PetroChina Eksplorasi Besar-besaran

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Kajian dan Advokasi Energi dan Sumber Daya Alam (LKA ESDA) mendukung langkah SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) untuk terus menjalankan strategi peningkatan aktivitas eksplorasi dalam skala besar-besaran sepanjang tahun 2024.

"Selain aspek pendanaan dan penggunaan teknologi tinggi yang dimiliki KKKS PetroChina Jabung dan KKKS lainnya, jajaran pemerintahan pusat dan daerah maupun lembaga kemasyarakatan selalu memberikan dukungan kuat kepada SKK Migas bersama KKKS PetroChina Jabung di Jambi supaya WP&B 2024 (work program and budget -red) tetap terlaksana sesuai jadwal, agresif dan efisien," ujar Direktur LKA ESDA Rio HC dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Menurut Rio, sinergi dan dukungan kuat terhadap kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas dari berbagai pihak menjadikan SKK Migas bersama KKKS lebih leluasa melakukan inovasi dan menjalankan langkah strategis seperti meningkatkan kegiatan workover, well service juga pemboran sumur pengembangan yang terus meningkat dalam jumlah yang signifikan.

Baca juga : Dukung Prestasi Olahraga, SKK Migas-KKKS Kolaborasi Bangun Infrastruktur Di Natuna

"Tidak ada kendala lagi yang dihadapi oleh KKKS. Apalagi mulai dari proses pengadaan barang dan jasa benar-benar telah dilakukan secara transparan dan sesuai jadwal," ujar Rio.

Dia menambahkan, kegiatan usaha hulu migas yang dijalankan KKKS masuk dalam kategori program strategis nasional dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Kalau ada yang menganggu kerja KKKS dengan dalih dan alasan apapun, jelas akan berhadapan dengan rakyat," ujarnya.

Baca juga : Pemerintah Bikin Tim Eksplorasi Khusus Indonesia Bagian Barat

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto yang membidangi Energi, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup menyebutkan, untuk pencapaian target lifting  dan prospek sektor hulu migas ke depan, maka perlu dilakukan berbagai pendekatan, terutama keharusan melakukan eksplorasi besar-besaran.

"Setelah dilakukan uji seismik 2D dan 3D, pemetaan jauh lebih akurat tentang potensi-potensi di wilayah kerja atau blok-blok tersebut, Segera lakukan eksplorasi," ujar Sugeng.

Untuk itu, menurut Sugeng, Komisi VII telah berdiskusi dengan SKK Migas dan KKKS seperti Pertamina yang sekarang memiliki 60 persen produksi minyak nasional dan KKKS besar lainnya seperti ExxonMobil, PetroChina, CNOOC, BP dan lainnya.

Baca juga : Kecelakaan Maut Di Ciater, Kemenhub Tegaskan Pentingnya Uji Berkala Kendaraan

Sugeng menambahkan, Komisi VII DPR juga mendorong KKKS melakukan pengeboran menggunakan teknologi unconventional drilling unconventional sudah dilakukan di berbagai negara lain.

"Unconventional drilling harus dilakukan karena dengan teknologi itu mampu meningkatkan produksi minyak. Di samping itu, di KKKS tingkat reserve replacement ratio  (RRR) masih bagus rata-rata di atas 100 persen," ujar Sugeng.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.