RM.id Rakyat Merdeka - Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia, bekerja sama dengan Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, meluncurkan program konversi motor listrik berbasis anak muda, SRE Country Hub for Accelerating Electric Motorcycle Deployment (SRECharged) di Universitas Udayana Bali, Kamis (1/8/2024).
Inisiatif ini merupakan langkah signifikan dalam mempercepat transisi energi menuju kendaraan listrik di Indonesia.
SRECharged dilaksanakan melalui Swakelola Tipe III dari pembiayaan proyek ENTREV di tiga pusat universitas di tiga kota: Jakarta, Bandung, dan Bali. Program ini bertujuan memfasilitasi konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik, sehingga lebih ramah lingkungan dan efisien.
Acara Grand Launching SRECharged berlangsung meriah, dimulai dengan tarian sekar jagat khas Bali, sambutan dari Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan ESDM, talkshow nasional, panel diskusi lokal, serta diramaikan dengan booth motor listrik dari berbagai brand di Bali.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk mengembangkan solusi inovatif dan berkelanjutan serta memberikan dukungan yang lebih besar bagi masyarakat dan generasi muda dalam hal pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB),” ujar Dwinugroho, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan ESDM, dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2024).
Baca juga : PNM Luncurkan Madani Vokasi Academy, Latih Disabilitas Kreasikan Kopi
Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertema "Membangun Ekosistem Penggunaan Motor Listrik di Indonesia". Dalam acara itu, Koordinator Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE Kementerian ESDM Slamet Ph.D menyatakan, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mampu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta menurunkan emisi gas rumah kaca. "Pada tahun 2030, pemerintah berkomitmen mencapai target penghematan energi hingga 29,79 MBOE dan penurunan emisi GRK sebesar 7,23 juta ton CO2-ekuivalen," ungkapnya.
Boyke Lakaseru, National Project Manager ENTREV, menambahkan, adopsi kendaraan listrik di Indonesia memiliki tantangan seperti harga yang masih mahal, pasar sekunder yang belum terbentuk, dan industri keuangan yang masih menunggu terkait pembiayaan. "Namun, Indonesia memiliki peluang untuk mengatasi tantangan tersebut melalui insentif, pemanfaatan sumber daya mineral untuk produksi baterai lokal, dan peningkatan kerjasama sektor swasta dengan BUMN," cetusnya.
Dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November, Vita Lystianingrum Budiharto Putri menjelaskan tantangan di Indonesia berhubungan dengan perilaku konsumen, terutama di pasar motor listrik. "Dari segi lingkungan, perlu dilakukan studi terkait material, pembuatan kendaraan listrik, dan akhir masa pakainya," ujarnya.
Sementara itu, pendiri SRE Zagy Yakana Berian menekankan, perubahan ini harus dilakukan oleh anak muda karena mereka memiliki potensi besar untuk mendorong ekosistem penggunaan motor listrik.
"Saya mengajak anak muda untuk mendorong program elektrifikasi ini agar dapat menjaga bumi kita bersama,” cetusnya.
Baca juga : ESDM Gratiskan Konversi 500 Motor Listrik, Cek Syarat Dan Ketentuannya Di Sini
Dalam panel diskusi bertema "Peluang dan Tantangan Penggunaan Motor Listrik di Indonesia Khususnya Bali", Kepala Bidang Angkutan Jalan, Nyoman Sunarya, mengatakan program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dilaksanakan untuk mewujudkan visi Provinsi Bali Net Zero Emission tahun 2045.
"Dalam mewujudkan transisi berkelanjutan di Bali, arah keberlanjutan ekonomi dan pariwisata harus harmonis terhadap lingkungan," ujarnya.
Kepala Bidang ESDM Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Putu Ari Chandana menambahkan saat ini, Bali memiliki 48 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi. Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali juga memiliki program touring motor listrik sebagai upaya akselerasi penggunaan motor listrik di Bali.
Dosen Teknik Elektro Universitas Udayana Prof. Ida Ayu Dwi Giriantari menuturkan, kebutuhan Bali akan kendaraan sangat tinggi. Konversi motor listrik semakin kompetitif karena adanya insentif dari pemerintah. Namun, terdapat tantangan berupa keraguan masyarakat terhadap keandalan, waktu pengisian baterai, teknologi, dan suku cadang kendaraan listrik. "Teknologi kendaraan listrik masih sederhana, sehingga pengembangan desain dan kontrol kendaraan listrik masih terbuka lebar," ujarnya.
Baca juga : ESDM Gratiskan Konversi 500 Unit Motor Listrik Untuk Warga Jabodetabek
Ketua Asosiasi Dewata Motor Listrik (ADAMOLIS) I Made Wicipta Adi Sukarya menekankan pentingnya kolaborasi pemuda, sektor swasta, dan pemerintah untuk mempercepat penggunaan motor listrik yang harus menjadi fokus utama untuk membangun kepercayaan masyarakat di Bali. "Selain itu, modifikasi motor listrik, konversi motor BBM ke listrik, perakitan baterai, hingga kompetisi motor listrik juga menjadi peluang akselerasi penggunaan motor listrik di Bali,” harapnya.
Acara peluncuran SRECharged dimeriahkan dengan booth showcase dari berbagai brand motor listrik di Bali, baik itu motor listrik maupun motor konversi dari BBM ke listrik. Motor-motor listrik yang dipajang dalam booth showcase dapat di test drive oleh para pengunjung, membuat banyak pengunjung mencoba menyetir motor motor listrik.
“Grand Launching SRECharged berlangsung sangat meriah. Banyak insight yang saya dapatkan dari narasumber-narasumber yang hadir, saya juga sempat mencoba motor listrik di booth, ringan ya dan ga berisik. Acara ini membuka mata saya dan mungkin para pemuda di Indonesia juga tentang keunggulan motor listrik, tidak hanya biaya yang lebih hemat, kemudahan dalam menukar baterai, juga tentang masa depan lingkungan yang lebih baik dengan kita menggunakan motor listrik” ucap Dinda, mahasiswi Universitas Udayana saat dimintai pendapatnya mengenai acara ini.
SRECharged merupakan langkah nyata dalam upaya mencapai target pemerintah dalam akselerasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui pemberdayaan pemuda. Kolaborasi yang kuat antara pemuda dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program SRECharged. Mari bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan bebas polusi dengan beralih ke kendaraan listrik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.