Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Buka Pasar Kendaraan Listrik
Airlangga Minta Bantuan Korsel Rayu Paman Sam
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia meminta Korea Selatan (Korsel) membantu bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) agar mau membuka pasar bagi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang diproduksi di Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, negosiasi dengan AS ini penting supaya Undang-Undang IRA (Inflation Reduction Act) bisa membuka pasar bagi produk hasil kolaborasi LG dan Hyundai di Negeri Paman Sam.
“Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution telah berinvestasi di Indonesia dan kini sedang membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat,” kata Airlangga saat bertemu Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korsel Ahn Duk Geun, di Seoul, Korsel, seperti dikutip Jumat, (24/5/2025).
Selain investasi Hyundai dan LG, Airlangga mengatakan, terdapat beberapa kerja sama lain antara Indonesia dan Kor sel yang sudah berjalan, seperti perluasan pabrik petrokimia Lotte, serta pembangunan klaster baja Krakatau SteelPosco.
Baca juga : Garuda Dan KAI Panen Cuan
Namun, Airlangga menyatakan, terdapat beberapa kese- pakatan kerja sama yang masih perlu didorong implementasinya, seperti perluasan akses pasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia melalui e-platform Korsel. penerapan Carbon Capture and Storage (CCS). produksi energi hidrogen/amonia, serta pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).
Ketua Umum Partai Golkar itu pun berharap Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korsel dapat membantu, memperkuat dan memperdalam kerja sama industri, perdagangan, maupun transisi energi antara kedua negara.
“Kami percaya kerja sama ke depannya akan semakin meningkat dan berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengundang Ahn Dug Geun menghadiri pertemuan Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC) Ke-3 di Jakarta pada Juli 2024.
Baca juga : Pejabat Dan Politisi Inggris Dituding Sokong Israel
Sementara, Ahn Dug Geun menyampaikan peluang kerja sama terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir melalui Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI).
Menurutnya, lembaga tersebut telah mengembangkan teknologi Small Modular Reactor (SMR) yang didesain aman dan menghasilkan jejak karbon lebih rendah dibanding kan reaktor konvensional.
SMR dapat menjadi solusi alternatif untuk memasok energi listrik terutama di daerah-daerah terpencil atau terisolasi.
Airlangga pun menerima undangan dari Chief Executive Officer (CEO) Hyundai Motor Group Chung Eui-sun untuk menghadiri acara pembukaan pabrik sel baterai dan produksi masal mobil listrik KONA di Bekasi, Jawa Barat, pada Juni mendatang.
Baca juga : Kebijakan Rawan Bikin Rakyat Kecil Sengsara
Negara tersebut juga menjadi salah satu investor terbesar Indonesia sepanjang tahun lalu dengan total Foreign Direct Investment (FDI) sekitar 2,5 miliar dolar AS atau meningkat 8.7 persen dari 2022. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 25 Mei 2024 dengan judul "Buka Pasar Kendaraan Listrik Airlangga Minta Bantuan Korsel Rayu Paman Sam"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.