RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewanti-wanti masyarakat jangan ada lagi yang menjadi korban penipuan kejahatan keuangan. Untuk itu, OJK makin intens mengadakan edukasi keuangan di daerah.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, upaya pencegahan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh OJK alias butuh kerja sama berbagai pihak terkait, untuk meminimalisir masyarakat menjadi korban kejahatan keuangan. Hal itu diperkuat dengan kewaspadaan pada diri masyarakat.
Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan meresmikan Pusat Anti Penipuan atau Anti Scam Center (ASC), yang bertujuan mempercepat pemberantasan kegiatan keuangan ilegal.
“Kami ingin mempercepat pemblokiran, kalau ada pengaduan. Diupayakan ada pengembalian atau sisa dana ke korban penipuan,” kata Friderica di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (9/8/2024).
Friderica menuturkan, Anti Scam Center ditargetkan beroperasi pada Agustus 2024 untuk memperkuat aspek perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan.
Baca juga : APBD DKI Belum Move On Dari Banjir Dan Kemacetan
“Anti Scam Center ini rencananya akan soft launching dalam waktu dekat, semoga saja bisa di bulan ini,” harapnya.
Menurutnya, OJK terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk pembentukan Anti-Scam Center, termasuk pelaku usaha jasa keuangan. Pada tahap awal, sekitar 15 bank akan bergabung langsung dengan Anti Scam Center.
Menurut Kiki-sapaan Friderica, ASC diharapkan bisa mempercepat penanganan aktivitas keuangan ilegal yang memerlukan koordinasi antar-bank dengan cepat dan seketika.
Sekadar informasi, Anti Scam Center diharapkan dapat mendeteksi berbagai rekening bank yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal, baik sebagai rekening penampungan maupun penerima manfaat terakhir (beneficial owner).
Anti Scam Center merupakan hasil dari inisiatif 16 Kementerian/Lembaga (K/L) yang telah mendapat dukungan dari Presiden Jokowi.
Baca juga : Tim Matador Akhiri Penantian 32 Tahun
Selain itu, OJK akan terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan kepada masyarakat untuk meminimalisir bertambahnya jumlah korban penipuan.
“Kami gencar melakukan edukasi kepada masyarakat, jangan sampai terjebak dalam berbagai scam and fraud ini,” ujarnya.
Mantan bos PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ini lalu mengisahkan pengalamannya sebagai korban penipuan.
Menurutnya, makin ke sini si penipu kian pintar melancarkan aksinya. Bagaimana tidak, penipu itu mengirimkan Direct Message (DM) ke Instagram, dan menyapanya dengan sebutan Kiki.
“Lalu dia menawarkan charity. Jadi saya percaya. Kalau dia, teman saya yang dicatut namanya itu meminjam uang, saya pasti tidak percaya,” ujarnya.
Baca juga : Khelif Bungkam Pembenci
Alhasil, sejumlah dana dikirimkan Kiki ke rekening yang diberikan si penipu. Tak berselang lama, Kiki mengkonfirmasinya ke teman tersebut.
“Ternyata tidak tahu menahu soal charity. Berarti si penipu ini mempelajari calon korban sebelum melancarkan aksinya,” kata Kiki sambil geleng-geleng kepala.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.