Sebelumnya
Sementara Field Manager Sukowati, Arif Rahman Hakim menjelaskan, inovasi ini hadir untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di operasi Sukowati. “Sebelum ada inovasi, jika dikalkulasi selama satu tahun, rata-rata terjadi LPO (Loss Production Opportunity) sebesar 2.100 barrel of oil per day (BOPD), atau barel (minyak) per hari (BPH). Ini setara dengan Rp 1,6 miliar pada PEP Sukowati dan hilangnya produksi PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) sebesar 1.065,86 BOPD,” ungkapnya.
Menurutnya, risiko utama operasi power plant adalah trouble pada FGCV (Fuel Gas Control Valve) turbin gas yang tersumbat kotoran (sulfur dan kondensat). Hal ini menjadi indikasi, bahwa filter yang terpasang di upstream fuel system tidak bekerja secara efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, didapatkan peluang untuk meningkatkan kinerja sistem bahan bakar gas dengan menciptakan inovasi alat TerSADown.
Baca juga : Terancam Punah, Pertamina EP Subang Field Lepasliarkan Satwa Owa Jawa
Inovasi ini beberapa kali telah menghasilkan penghargaan, baik di skala nasional maupun internasional, yakni Subroto Award kategori inovasi khusus bidang manajemen energi pada 2022 dan ASEAN Energy Award kategori special submission – large industy pada 2023. Inovasi TerSADown telah mendapatkan Hak Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 14 Juni 2022 dengan nomor paten IDS000004727.
Untuk diketahui, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, merupakan pengelola hulu migas yang secara geografi tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua, terdiri dari asset offshore dan onshore.
Baca juga : PEP Sukowati Field Bikin Pertanian Organik Prabu Kresna
Wilayah kerja di bawah Regional Indonesia Timur, yaitu Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, West Madura Offshore (WMO), Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java). Kemudian, Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), dan Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Kepala Burung, Babar Selaru, Semai). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.