Dark/Light Mode

Berdayakan Ekonomi Masyarakat

PEP Sukowati Field Bikin Pertanian Organik Prabu Kresna

Kamis, 15 Agustus 2024 17:31 WIB
Panen raya padi organik program pengembangan masyarakat oleh Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Sukowati Field. [Foto: DOK]
Panen raya padi organik program pengembangan masyarakat oleh Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Sukowati Field. [Foto: DOK]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Sukowati Field terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satunya, melalui Program Prabu Kresna (Petani Rahayu Bersatu Kreatif dan Sejahtera) di Desa Rahayu, Kecamantan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Program ini dinilai berhasil menjawab tantangan para petani di Kabupaten Tuban, yang sering mengalami gagal panen akibat praktik pertanian intensif dan pencemaran tanah sebagai dampak penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebihan.

Baca juga : Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa, Bamsoet Dorong Optimalisasi BUMDes

Selain itu, tingginya harga pupuk juga mengakibatkan kesulitan petani dalam mengakses pupuk. Akibatnya, berdampak pada penurunan produksi padi.

Program yang dilaksanakan sejak 2021 tersebut dilaksanakan dengan sistem swasembada pupuk berbasis pada pengelolaan sistem Rumah Kompos (Rumpos) dengan pola transaksi natura.

Baca juga : PNM Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Penguatan Peran Perempuan

Menurut Field Manager PEP Sukowati, Arif Rahman Hakim, penerapan program ini berhasil melakukan perbaikan lingkungan. “Khususnya pada aspek perbaikan tanah lahan pertanian, dan perbaikan rantai ekosistem pada lahan pertanian, serta berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan petani,” ujarnya, dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Media SKK Migas-KKKS di Tuban, Rabu (14/8/2024).

Hal ini, lanjut Arif, terbukti, karena kelompok binaan mendapatkan peningkatan kapasitas pemanfaatan kotoran hewan dan limbah organik menjadi pupuk kompos dan Mikro Organisme Lokal (MOL). Pemanfaatan limbah dan kotoran hewan ini, jelasnya, dilakukan bersama-sama oleh kelompok tani pada Rumah Kompos dengan sistem Natura, yakni petani bisa mendapatkan pupuk kompos dan MOL dengan menukar limbah organik dan bahan baku lainnya di rumah kompos yang tersentra di tiga titik di Desa Rahayu.

Baca juga : Masyarakat Harus Aktif Lapor Ke Penegak Hukum

Pemanfaatan pupuk organik dan MOL di lahan sawah, mampu mengembalikan tingkat kesuburan tanah serta meningkatkan produksi panen petani. “Adanya program Pertanian Organik Prabu Kresna mampu menjadikan petani berswasembada pupuk, sekaligus memperbaiki lingkungan sekitar,” tambah Arif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.