BREAKING NEWS
 

Kredit Tumbuh Selektif & Prudent

BRI Sukses Cetak Kinerja Kinclong

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 30 Agustus 2024 07:00 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimistis terus mencatatkan kinerja positif yang berkelanjutan di masa depan.

Direktur Utama BRI Su­narso mengatakan, perusahaan bisa tumbuh sehat dan berkelan­jutan karena tidak terlepas dari keberhasilan BRI Group, yang turut mencatatkan kinerja positif hingga triwulan II-2024.

Dengan pertumbuhan yang selektif dan prudent, kata Sunarso, BRI berhasil mencetak laba Rp 29,90 triliun hingga akhir triwulan II-2024.

Sunarso bilang, pencapaian tersebut tidak lepas dari penyaluran kredit BRI yang mencapai Rp 1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20 persen year on year (yoy).

“Segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi menca­pai 81,96 persen dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp 1.095,64 triliun,” ujar Sunarso pada Public Expose Live 2024 di Jakarta, Kamis (30/8/2024).

Turut hadir dalam acara terse­but, Direktur Keuangan BRI Vivana Dyah Ayu R.K dan Di­rektur Bisnis Mikro BRI Supari.

Baca juga : Cegah Mpox, Mari Kita Berperilaku Hidup Sehat

Sebagai informasi, Public Expose (PUBEX) Live 2024 yang digelar pada 26-30 Agustus 2024, diinisiasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indo­nesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lebih lanjut Sunarso menerang­kan, penyaluran kredit yang tum­buh double digit tersebut membuat aset perseroan tercatat meningkat 9,54 persen yoy, menjadi sebesar Rp 1.977,37 triliun.

Dia memastikan, pertumbu­han kredit yang selektif dan prudent membuat perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan.

“Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat membaik atau turun dari semula 14,94 persen pada akhir triwulan II-2023 menjadi 12 persen pada akhir triwulan II-2024,” kata Sunarso.

Adsense

Sementara, rasio kredit ber­masalah (Non Performing Loan/NPL) berada di kisaran 3,05 persen, dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen.

Dari sisi pendanaan, kata dia, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61 persen yoy, menjadi sebesar Rp 1.389,66 triliun. Dengan posisi dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) masih mendominasi struktur DPK BRI, yaitu mencapai 63,17 persen dari total DPK BRI.

Baca juga : Misi Sapu Bersih Kemenangan

Pihaknya berkomitmen, un­tuk melayani seluruh lapisan masyarakat, melalui strategi hy­brid bank, di antaranya dengan adanya Agen BRILink dan super app BRImo.

Hingga akhir Juli 2024, BRI telah memiliki lebih dari 1 juta Agen BRILink yang tersebar di 62 ribu desa. Jumlah tersebut, tercatat telah meng-cover lebih dari 80 persen dari total desa di Indonesia.

“Untuk volume transaksi AgenBRILink selama Januari-Juli 2024, sebesar Rp 899 triliun,” terangnya.

Selain itu, perseroan juga terus memperkuat ekosistem super app BRImo. Hingga akhir Juni 2024, BRImo telah digunakan lebih dari 35,2 juta user, dengan volume transaksi mencapai Rp 2.574 triliun atau tumbuh 35,81 persen yoy.

Menurut Sunarso, perseroan memiliki dua strategi untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa mendatang. Strategi pertama, menaik-kelaskan na­sabah existing, dengan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan.

Strategi kedua, mencari sum­ber pertumbuhan baru. Caranya, menyasar segmen ultra mikro melalui Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Permodalan Na­sional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Baca juga : Harris-Walz Tur Naik Bus, Trump-Vance Jualan NFT

Sunarso mengaku, setelah tiga tahun terbentuk, Holding UMi telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

Hingga akhir triwulan II-2024, Holding UMi telah berhasil melayani 176 juta nasabah simpanan dan mengintegrasikan lebih dari 36,1 juta nasabah peminjam. Dengan outstand­ing kredit dan pembiayaan mencapai Rp 622,3 triliun, atau tumbuh 7,7 persen secara yoy.

“Kontribusi PNM dan Pega­daian terhadap total pinjaman dan pembiayaan mikro BRI Group, menjadi 20,3 persen, atau meningkat dari sebelumnya 18,7 persen pada periode triwu­lan II tahun lalu,” ungkapnya.

Dia yakin, dengan fundamental keuangan yang baik, serta kemampuan BRI melayani masyarakat yang semakin luas, ditambah adanya sumber pertumbuhan baru dari holding ultra mikro, perseroan optimistis dapat terus menorehkan kinerja positif dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense